Sedapnya Tomyam Kelapa Saung Ibu

Udah familiar dong ya dengan tomyam? Makanan Thailand ini identik dengan sup hangat berisi seafood.  Rasa pedas dan asam menjadi ciri khas di masakan tomyam.  Lalu, gimana nih rasa tomyam yang dipadu padan dengan kelapa? Hmm…sama gak ya dengan tomyam pada umumnya? Nah, ini cerita pengalaman kuliner saya mencicip uniknya Tomyam Kelapa.  Maklum, baru kali ini saya menjajal si Tomyam Kelapa ini.

Beberapa hari yang lalu, bersama teman-teman dari Blogger Perempuan (Mbak Shinta dan Mbak Nunik), kami sepakat untuk berbuka puasa bersama di salah satu rumah makan.  Awalnya, Mbak Shinta yang menawarkan untuk berbuka puasa di sana, kemudian semua anggota meng-aminkan tawaran tersebut.  Sayangnya, tidak bisa kumpul semua.  Jadi, hanya kami bertiga (Saya, Mbak Shinta, dan Mbak Nunik), ditambah the krucils nya Mbak Shinta yang unyu-unyu, Rafi dan Alya.

Nama rumah makannya, Saung Ibu.  Lokasinya ada di area lapangan tenis Villa Bintaro Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.  Kalau menggunakan transportasi umum dari arah Jakarta kita bisa naik kereta jurusan Tanah Abang, kemudian  melanjutkan kereta ke arah Serpong atau Parung Panjang dan turun di Stasiun Sudimara. Dari situ bisa naik angkot putih ke Villa Bintaro Indah atau bisa  menggunakan ojek.

image

Tidak jauh dari gapura Villa Bintaro Indah, kedai saung ibu berdiri. Apa yang spesial di Saung ibu? Tentu saja karena ada Tomyam Kelapanya.   Iya tomyam yang disuguhkan di dalam batok kelapa.  Bukan cuma penyajiannya yang unik. Akan tetapi, tomyam ini benar-benar mengunakan bahan air dan daging buah kelapa. Bukan sekedar Tomyam Kelapa, kedai ini katannya juga menawarkan Kwetiau Kungpao yang berbeda dari kwetiau-kwetiau yang saya tahu sebelumnya.

Ketika kami datang, sambil menunggu waktu adzan maghrib, Mas Sobat Bercahaya selaku owner dari Saung Ibu mendatangi meja kami. Ternyata owner-nya super ramah.  Tanpa segan, dia menceritakan bagaimana proses mendapat ide membuat Tomyam Kelapa dan Kwetiau Kungpao itu.  Tidak tanggung-tanggung, bahkan sang owner sempat belajar meracik menu andalan ini sampai ke Negri Jiran loh!

Mendengar ceritanya semakin penasaran lah kami.  Sampai ketika adzan maghrib berkumandang, kami pun mencicip Kwetiau Kungpao.  Bentuk kwetiau nya sangat unik, saya pikir itu adalah krupuk.  Warnanya putih dan kering.  Akan tetapi, ketika disiram dengan kuah, kwetiaunya langsung menjadi lembut.  Kering tapi lembut. Berbeda dari kwetiau pada umumnya.  Rasanya? Endang bambang gulindang…alias enak bangeet! Hehehe… Untuk seporsi kwetiau dibanderol dengan Rp 17.000 saja.

image

Kelar makan Kwetiau Kungpao, artis utama pun datang. Siapa lagi kalo bukan si Tomyam Kelapa.  Penampakan yang unik didalem batok kelapa, menggugah selera makan kami.  Ketika dicicip, ternyata Tomyam Kelapa tidak terlalu masam seperti tomyam bisanya.  Gurihnya juga terasa dari air kelapanya,  susu kental manis  membuat Tomyam Kelapa jadi lebih creamy.  Rasanya sedap dan seger banget.  Seafood-nya mantap, tambah daging-daging kelapanya juga lembut.  Seporsi Tomyam Kelapa hanya dihargai dengan Rp 28.000.

image

image

Varian lain yang disuguhkan di Saung Ibu adalah Mie Bakso Tomyam.    Ini kayaknnya kesukaannya the krucils nya Mbak Shinta (Alya dan Rafi) deh.  Soalnya makannya sampe berebut gitu, hehehe …

image

Kalo saya sendiri dikarenakan perut sudah full akhirnya memutuskan untuk tidak mencicipi.  Namun kemudian, keputusan tersebut saya sesali, karena saat puasa malah terbayang rasa mie bakso tomyam yang belom sempat dicicipi, hehehe.

 image

Berhubung Mas Sobat Bercahaya ini baik hati, tidak sombong, gemar menabung, dan rajin minum Milo setiap hari, kami dibolehkan melihat proses memasaknya.  Dari mulai proses “cemplung menyemplung” sampai packaging.  Semua dimasak langsung oleh sang owner.  Jangan takut jika ingin membawa pulang Tomyam Kelapa, karena sudah di wrap dengan sedemikian rupa. Sehingga sangat meminimalisir untuk berantakan.  Satu hal lagi, karena menggunakan tempat dalam batok kelapa, tomyamnya masih hangat ketika saya sampai di rumah.  Padahal jarak antara rumah saya dan Saung Ibu hampir sekitar 2 jam perjalanan.

Nah, bagaimana teman? Ingin mencicip Tomyam Kelapa juga? Jika penasaran langsung datang ke Saung Ibu ya.

Saung Ibu

Jl.Sulawesi Raya Rt 08/11 Jombang

Ciputat, Tangerang Selatan, Banten 15414

This entry was posted in Kuliner.

31 comments

  1. icha pista says:

    Aku pernah coba tomyam (bukan di tempat ini) tapi gak enak, jadi ragu mau coba lagi. Tapi pas lihat tomyam yang ini di kelapa jadi pingin coba, hihihi

    • koivie3 says:

      coba lagi ca. suka gitu kadang. aq juga pernah nyoba tomyam di mana gitu ampun rasanya …kalo yang ini beda enaak, hehe

  2. donna says:

    Makanannya enak-enak euy, terutama Tomyam, aku suka banget makanan itu, sayang agak susah nyari yang dekat rumah. Aku jadi pengen nyoba yang di dalam kelapa kayak yang di Saung Ibu, sayang jauh ya dari Depok. Harus diniatkan sepertinya ke sana.

  3. wylvera says:

    Aaah, baca postingan dan lihat foto-fotonya bikin mata bolak-balik lihat jam di dinding ih. Btw, kapan-kapan pengin mampir ah ke sana. Tks ya, Mbak infonya. :)

  4. Budi Mulyono says:

    bila di beri susu kental, manis dong bu?
    napa gak dikasih cream aja ya. Kebayang deh rasanya dari kelapanya, cuman terusik dengan susu kentalnya. Tapi yang namanya belum nyoba ya gak tau, cuman bisa komen aja, hehehe….

    Jadi laper ah….

Leave a Reply