Festival Solo Ada Di Dapur Solo

DSC04007Selasa siang,  tanggal 16 Desember 2014 yang lalu, saya bergegas menuju kawasan  Panglima Polim tepatnya di Panglima Polim 1 No. 95 Jakarta Selatan.  Meskipun letaknya tidak persis di samping jalan raya, namun tak sulit untuk menemukan tempat ini.  Dari jarak yang tidak begitu jauh, mata saya langsung melihat papan besar bertuliskan “Dapur Solo”, tempat Festival Solo diadakan.  Sesampainya pada alamat yang di tuju, saya segera di sambut oleh beberapa orang berseragam batik dan langsung mempersilahkan saya untuk melakukan registrasi.

Dalam undangan, acara Festival Solo dijadwalkan dimulai pada pukul 14.00 siang dan berakhir pada pukul 17.00 sore.  Berhubung saya sampai jam dua kurang, jadi suasana masih belum ramai, hanya beberapa peserta undangan saja yang sudah menempati tempat duduknya. Terlihat Chef Beng, seorang Chef jebolan Master Chef Indonesia season 2, berada di meja depan sedang asik masyuk menyiapkan penganan tradisional.

 

DSC04049Di sisi sebelah kiri penganan kue-kue tradisional berjajar, ada lemper, wajik, risoles, singkong isi pisang, kue ku, dan kue sus.  Kue-kue yang saat ini, jujur saja sudah jarang saya nikmati.  Makanya ketika dipersilahkan untuk mengambil, sayapun langsung mengincar kue ku.  Dulu kue yang berwarna merah ini kesukaan saya ketika kecil.  Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, kue ini seperti tergerus jaman.  Agak sulit mencari di lingkungan sekitar rumah saya.  Maka ketika mencicip, hmm rasanya yummy sekali, seolah membangunkan memori lama.  Kue lain yang saya cicipi adalah sosis solo dan singkong isi pisang.  Kue singkong isi pisang yang saya tahu biasanya disebut kue mata roda, karna bentuknya bulat dan ditengahnya diberi pisang.  Di beberapa daerah lain ada perbedaan nama kue tersebut.  Dapur solo menyajikan kue ini tidak dalam bentuk bulat melainkan bentuk kotak, sehingga mungkin namanya bukan mata roda, hehe.  Rasanya juga sama enaknya.

 

Kue Ku

Kue Ku

Lemper

Lemper

Singkong isi pisang

Singkong isi pisang

Risoles

Risoles

Sus

Sus

wajik

wajik

Beberapa jenis minuman juga disediakan dari mulai air putih, kopi, teh, dan yang ini yang paling special, wedang uwuh.  Saya sebut spesial karena wedang uwuh ini minuman yang jarang saya temukan di resto di kota besar seperti Jakarta ini.  Mungkin juga banyak yang tidak tahu, minuman apakah wedang uwuh itu?

wedang uwuh

wedang uwuh

 

DSC04036Wedang uwuh itu adalah sebuah minuman berwarna kemerahan yang memiliki aroma harum dengan rasa manis dan pedas. Rasa pedas yang ditimbulkan karena berbahan dasar jahe, rasa manisnya berasal dari gula dan warna merah dihasilkan dari daun secang.  Sementara wedang uwuh itu sendiri memiliki arti sebagai minuman sampah, wedang artinya minuman sementara uwuh artinya sampah. Eit … jangan salah kira! disebut demikian karena minuman ini disajikan dengan bahan-bahan yang berupa dedaunan, sehingga mirip sampah. Akan tetapi, minuman ini sama sekali bukan sampah, malahan mengandung bahan yang dapat menghangatkan tubuh.  Paling enak menyantap wedang uwuh ketika disajikan selagi panas atau hangat. Karena saya pecinta minuman berempah, wedang uwuh ini bener-bener favorit saya disini. Hangatnya bener nikmat banget, apalagi cuaca tengah mendung, pas sekali.

 

Hampir pukul setengah tiga acarapun dimulai.  Acara dibuka dengan dua orang presenter yang sedikit banyak mencairkan suasana, menjelaskan susunan acara serta memperkenalkan Dapur Solo secara umum.  Lebih khusus sambutan diberikan oleh Ibu Swan, selaku founder Dapur Solo. Acara Festival Solo diadakan  untuk mengenalkan kuliner tradisinal khas Jawa, yaitu Solo.  Karena ditengah perkembangan budaya yang modern, kuliner tradisional seringkali terlupakan.  Padahal kuliner tradisional tidak kalah dengan kuliner modern dan dari bangsa lain.  Untuk itulah, Dapur Solo memiliki visi untuk meletarikan budaya Indonesia terutama makanan tradisional Jawa khas Solo.  Wujud dari melestarikan itu salah satunya adalah mengadakan Festival Solo.  Rupanya Dapur Solo juga pada tahun sebelumnya pernah mengadakan Festival Solo juga.  Mungkin acara ini akan menjadi acara yang rutin setiap tahunnya.

 

Ibu Swan Founder Dapur Solo

Ibu Swan Founder Dapur Solo

Usai ibu Swan memberikan sambutan, kemudian Chef Beng memulai untuk memberikan demo masak penganan kue putri mandi kembang.  Peserta yang hadir sudah dibekali oleh resep dari Chef Beng.  Dinamakan kue putri mandi kembang karena cetakannya berupa kembang.  Kue yang berbahan dasar tepung ketan  ini selanjutnya disiram oleh kuah, bisa dari gula merah, santan dan pandan atau gula merah dan durian, tergantung selera.  Rasanya manis dan lembut.  Bagi yang tidak terlalu suka manis, takaran gula sebaiknya dikurangi.  Di sini Chef Beng mengajak beberapa peserta undangan  untuk membantu memasak dan juga memberikan kesempatan kepada peserta lain untuk bertanya.  Usai melakukan demo dan berdiskusi, peserta dipersilahkan untuk mencicip si putri mandi kembang.

 

Demo Masak Chef Beng

Demo Masak Chef Beng

kue putri mandi kembang

kue putri mandi kembang

Acara selanjutnya adalah acara bagi-bagi hadiah.   Hadiah dibagikan dengan beragam cara mulai dari tanya jawab berhadiah, live tweet berhadiah, bahkan lomba makan risoles.  Alhamduillahnya, saya pun beruntung mendapat salah satu hadiah tersebut hasil dari menang live tweet. Sebuah voucher makan di Dapur Solo yang telah saya gunakan yang nanti akan saya ceritakan kembali. Semua peserta juga antusias untuk menjalani acara tersebut.  Penutup semua peserta berfoto bersama dan pulang membawa goodie bag dari Dapur Solo serta dari Tabloid Genie dan Republika.

4 comments

Leave a Reply