Menjejak AsiaTengah, Mungkinkah ?

Ceritanya di sekolah saya kali ini ada beberapa  murid dari wilayah Asia Tengah, seperti Chechnya dan Kazakstan.  Karena saya norak, saya hobi “curi-curi” pandang ke arah mereka.  Entah kenapa kalau berkenalan dengan seseorang yang wilayahya berbeda, saya jadi kepo dengan bagaimana wilayah itu, bagaimana mereka dibesarkan, bagaimana mereka bertahan hidup di negaranya, bagaimana dengan budayanya, dan sebagainya.  Lagipula saya belum pernah punya teman asli dari daerah sana.  Jadi maklum kalau sedikit kepo :D.

Continue reading →

Karena Harmonis Bukan Sekedar Teori

Siapa yang tak ingin punya keluarga yang harmonis? Suami istri saling menghargai dan menyayangi, sesama anggota keluarga rukun dan jarang bertengkar.  Tentunya ini adalah impian setiap keluarga.  Akan tetapi, pada kenyataannya seringkali kita dihadapkan oleh perbagai hal yang justru berkebalikan.  Segala macam bentuk teori kenyataannya hanya mudah dibaca dan sulit untuk dipraktekan sehari-hari.

Continue reading →

This entry was posted in Pernik.

Multitasking atau monotasking ?

Hari ini L pulang kantor dengan wajah ceria.  Tidak seperti kemarin-kemarin, kali ini sangat sumringah.  L juga bercerita tentang keadaan kantor dan  pekerjaannya tanpa diminta.  Soalnya biasanya memang saya yang minta diceritain tentang keadaan “dunia luar”. Kenapa saya selalu minta diceritain? Pertama karena saya senang mendengarkan kisah orang lain.  Kedua, tidak seperti saya yang doyan “membeo” tipikal L  bak gong yang mengeluarkan bunyi hanya ketika ditabuh.  Alias introvert yang kadang enggan bercerita jika tak diminta. Harus ada pancingannya terlebih dahulu.  Makanya sebagai pasangan yang agresif perhatian.  Saya selalu aktif bertanya.  Tentunya lihat-lihat keadaan sih.  Kalau lagi capek banget ya, nanya bisa nanti-nanti.

Continue reading →

Pilih Road Trip Atau Naik Pesawat ?

Bulan depan saya dan L lagi mikir buat perjalanan lagi.  Perjalanan seperti biasa dilakukan saat weekend.  Enggak jauh-jauh sih masih sekitara kawasan Saudi saja, yaitu ke Mekkah dan Jeddah.  Sekalian mengajak mertua yang sedang berkunjung untuk jalan-jalan ke Jeddah.  Jarak Riyadh-Jeddah sekitar  970an kilo.  Jarak yang cukup lumayan ditempuh ketika kalo melakukan road trip dengan menyetir sendiri.

Continue reading →

Road Trip Bersama Pasangan

Semenjak tinggal di Riyadh, saya dan suami jadi sering sekali melakukan road trip.  Paling sering yaitu mengunjungi dua kota suci, Mekah dan Madinah.  Apalagi kalau bukan untuk ziarah dan melakukan umrah.  Memang jarak antara Riyadh dengan dua kota suci tersebut tidak bisa dikatakan dekat. Jarak dari Riyadh menuju mekah sekitar 870an kilo meter.  Sementar jarak Riyadh menuju Madinah sekitar 840an kilometer.  Belum kalau mau muter-muter di kota-kota kecil terlebih dahulu.  Jaraknya bisa bertambah lagi.  Transportasi lain sebenarnya bisa menggunakan pesawat, namun tentu saja bakalan merogoh kocek yang tidak sedikit.

Kenapa memilih Road Trip alas an selain menghemat, saat road trip kita akan berbicara tentang banyak hal.  Berdiskusi dengan segala macam hal bahkan bercanda dan melakukan silly conversation.  Seperti pada weekend kali ini.  Kami memilih untuk mengunjungi Mekah.  Pulangnya memilih rute yang lebih jauh dengan mengunjungi kota Thaif.  Sepanjang perjalanan agar tak lelah tidak berhenti  dihiasi dengan diskusi, membaca matsurat, hafalan quran dan lannya.

Ketika Tiba-Tiba Terserang Bad Mood

Kalau bad mood menyerang biasanya apa yang teman lakukan? Kalau saya diam saja sambil manyun. Kemudian buka hape lalu stalking scrol medsos :D, atau sekedar window shopping olshop yang jualan pernak-pernik lucu-lucu. Tinggal klak klik pilih barang yang diinginkan setelah itu berakhir dengan klik “batalkan” :)). Soalnya biar bad mood otak tetep bisa ngitung keadaan saldo ;)).

Continue reading →

Bila “Toxic People” Adalah Keluarga Sendiri

Pernah dengar dengan istilah toxic people? Sebuah julukan yang disematkan bagi orang-orang yang menjadi “racun” dalam pergaulan. Artinya orang-orang semacam ini selalu membuat lingkungan pergaulan jadi tidak nyaman. Tentunya dalam kehidupan bersosial kita sering menemukan orang-orang seperti ini, mulai dari teman kantor maupun tetangga sebelah rumah. Kadang kala lebih mudah untuk menghindari jenis orang tersebut jika kita tidak ada hubungan yang dekat dengannya. Akan tetapi, bagaimana jika toxic people itu datang dari lingkup yang sangat dekat dengan kita, seperti keluarga kita sendiri. Dia bisa saudara kandung, orang tua, mertua, ipar, atau bahkan pasangan kita sendiri. Lalu bagaimana menghadapinya?

Continue reading →

Ayam Bumbu Jeruk dan Biji Wijen

Mau coba masak yang baru.  Dapetnya resep Ayam Bumbu Jeruk dan Wijen ini.  Bohong deh, sebenarnya milih resep ini karena resepnya simpel dan mudah banget.  Tidak perlu bahan yang aneh-aneh (Madam ogah repot :D ).  Kebetulan bumbu inti saya sudah habis.  Mau buat bumbu inti baru, perut sudah memanggil-manggil.  Alhasil dapetlah resep ini, sekalian mencoba menu baru.  Siapa tahu cocok di lidah.

Continue reading →

This entry was posted in Kuliner.