Sabar Tanpa Batas

“Sabar itu tiada berbatas.  Jika ada batasnya berarti itu bukan sabar”.

Entah petikan kalimat dimana saya pernah baca.  Namun pernyataan yang menurut saya sangat tepat itu sekaligus mematahkan petikan lain yang menyebutkan sabar ada batasnya.

Seperti biasa saya dan L melakukan pillow talk.  Malam ini, kami berdiskusi tentang sesuatu hal yang menarik, yaitu tentang sabar.  Biasanya kami bicara sambil lalu saja.  Membahas beberapa hal yang sepintas dan selewat saja.  Namun kali ini karena masalah “sabar” rasanya kok jadi makanan harian, akhirnya berulang kali kami menyinggung-nyinggung masalah ini.

Soal sabar, saya belajar banyak dari L dan ibu saya.  L dan ibu bagi saya memiliki kemiripan.  Mereka berdua rasanya punya hati seluas samudra. Sabar gak ketulungan.  Bagi saya L adalah contoh anak dan suami yang menunjukan rasa sabar yang begitu tinggi. Sementara ibu saya adalah seorang istri dan ibu yang luar biasa kesabarannya.  Sementara saya sendiri.  Jauh panggang dari api.  Sejujurnya suka kelelahan dalam bersabar.  Padahal yang namanya sabar ya sabar. Tanpa kenal batas, tanpa kenal lelah.

Menginjak enam tahun pernikahan kami, ada berwarna warni hal yang menjad kisah kami.  Satu hal yang sangat menguji kesabaran adalah kami belum diamanahkan memiliki “momongan”.   Segala macam omongan, tuduhan, dan judgement telah kami terima.  Omongan yang baik kita terima dengan suka hati, omongan yang buruk cukup didengar di telinga saja.  Bukan apa-apa kerap kali saya merasa sakit hati atas omongan beberapa orang yang suka usil dalam kehidupan rumah tangga saya.   Apalagi menyangkut-nyangkut masalah anak yang sudah jelas-jelas domain yang Maha Kuasa.  Bahkan beberapa dari mereka berpikir bahwa punya anak adalah prestasi yang harus dibanggakan.

“Kalau sudah demikian apalagi yang bisa dilakukan selain sabar”, begitu nasihat L dan ibu saya.  Benar, apapun yang orang katakan kepada kita tetap tidak mengubah takdir yang telah ditentukan.   Daripada sakit hati dengan pernyataan yang menyudutkan lebih baik bersabar saja atas ketentuan yang telah Allah tetapkan.  Sabar tanpa batas adalah jawaban supaya hati menjadi tenang dan damai.

 

 

2 comments

  1. Yati Rachmat says:

    Memang betul sabar itu tdk ada batasnya. Kl kita mendapat jeberkahan dari Allah Swt maka ujiannta adalah kesabaran. Khalida, apa kabar? Bunda nih kayaknya terispirasi utk nulis postingan stlh baca postingan Khalida.

    • koivie3 says:

      Iya Bunda semoga bisa terus bersabar. Baik alhamdulillah, Bunda gimana kabarnya juga? Aya Bun ayo diposting dong Bun, nanti aku di tag yah,mau baca juga postingan Bunda :). Makasih Bun.

Leave a Reply to Yati Rachmat Cancel reply