Naik Balon Udara di Cappadocia, Turki

When I get big, I’m going where he’s going” (Ellie dalam Film Up).

Dulu masih kecil suka banget lagu Sherina yang judulnya balon udara.  Kasetnya di-rewind terus sampe kusut karena mau denger lagu itu aja.  Padahal itu kaset boleh minjem juga :D.  Kalo denger lagu itu langsung senyum-senyum sendiri, ngebayangin bisa keliling dunia pake balon.  Pas gede, bayangan itu akhirnya menjadi nyata.  Meski gak mungkin keliling dunia pake balon. Setidaknya bisa berada 1.5 jam melihat sebagian kecil bumi Allah yang indah dengan  balon udara. Rasanya sudah lebih dari cukup.  Bagi sebagaian orang itu biasa saja, tapi bagi saya sesuatu yang luar biasa.

Kita gak tau keinginan mana yang dikabulkan Allah.  Meskipun keinginan itu hadir dalam senyum, di angan anak ingusan belasan tahun lalu. Allahu Akram.

Liburan tahun kemarin saya dan suami akhirnya bisa mengunjungi Turki.  Kesempatan ini langsung kami manfaatin buat ke Cappadocia juga.  Apalagi kalau bukan buat naik balon udara (hot air balloon).  Katanya, belum lengkap rasanya ke Cappadocia kalo belum naik balon.   Sebenarnya ya gak gitu juga sih.   Meskipun enggak naik balon udara, Cappadocia juga udah bagus.  Hanya request-nya Pak Suami aja yang pengen punya pengalaman berbeda.

balon

Balon udara di Cappadocia, Turki

Sebagai first timer  tentunya saya sibuk cari-cari informasi, dari mulai cuaca, harga, lokasi, sampai operator balon udaranya.  Nah, informasi ini penting banget ternyata. Selain bisa membandingkan harga antar operator, terkadang malah dapet penawaran yang cukup oke.

Dari pengalaman saya, ada beberapa hal yang perlu dicermati ketika ingin naik balon udara di Cappadocia Turki.  Sayangkan udah jauh-jauh tapi dapet kesan yang gak enak terkait harga dan pelayanannya. Apalagi kalau sampai gagal terbang.  Bagi saya, biaya untuk naik balon merogoh kocek yang tidak sedikit.  Jadi, sebisa mungkin harus cari tau dulu mengenai balon di Turki ini.   Bagi teman yang mungkin first timer juga seperti saya, mungkin beberapa info ini bisa jadi pertimbangan.

 Cuaca

Cuaca di Cappadocia cenderung lebih dingin bila dibandingkan dengan Istanbul.  Musim dingin berkisar antara Oktober- Juli, sementara musim panas setelahnya.  Oktober berangin kisaran suhu belasan derajat hingga kurang dari sepuluh di malam dan dini hari.  Turun salju pada sekitar bulan November- maret.  Jika angin kencang atau salju turun lebat, otomatis balon tidak bisa mengudara.  Alhasil sayang sekali kalo memang tujuannya naik balon tapi gagal.  Kejadian ini sering sekali terjadi, makanya siap-siap aja.  Usahain bermalam di Cappadocia paling tidak 2-3 malam.  Jadi, kalo seandainya gagal terbang pas cuacanya lagi tidak memungkinkan di hari ini, masih ada harapan buat malam setelahnya.  Tapi kalo tidak mau naik balon, rasanya sehari cukup buat “ngider-ngider” di sana.

Best time untuk naik balon bagi saya sih saat musim panas. Namun demikian, biasanya operator balon akan cepat penuh.  Makanya, lebih baik pesan balon sebelum keberangkatan.  Bisa booking langsung lewat operatornya atau via hotel.

Saya sendiri mengunjungi Cappadocia di awal bulan oktober, meskipun sudah masuk musim dingin tapi masih belum terlalu dingin.  Sempat was-was karena takut hujan dan berangin, ternyata yang ditakutkan tidak terjadi.  Memang iya di pagi hari udara terasa sangat dingin, tapi menjelang siang suhu berangsur-angsur naik.  Si tukang masuk angin seperti saya wajib hukumnya buat prepare agak lebih untuk menyiasati kedinginan.  Jaket, syal dan sarung tangan gak boleh ketinggalan, harus nyangkut di badan.    Bagi yang suka sakit perut saat kedinginan, bawa aja minyak angin semacam fresh care/ safe care biar perutnya bisa digosok-gosok.

balon1

Jelang pagi di atas balon udara

Harga dan Operator

Sebenarnya harga untuk naik balon antar operator yang satu dengan operator lainnya hanya selisih sedikit.  Biasanya tergantung dari jumlah kapasitas penumpangnya (yang ada di dalam keranjang) dan pengalaman pilot dari masing-masing operator.  Kapasitas penumpang di dalam keranjang berkisar 30, 20, dan 16 orang.  Ada juga yang menyewa private untuk 1 atau 2 orang saja.   Kata salah satu pengelolanya sih yang private itu biasanya buat wedding proposal,  bulan madu, atau ulang tahun. Eia, Incess Syahrini pernah pake yang private ini loh buat rayain ulang tahunnya (penting nih :D).  Nah, bagi teman yang kebanyakan duit silakan dicoba aja :).

Untuk operator, setau saya ada lebih dari 25 operator balon udara di Cappadocia. Berikut ada beberapa penawaran yang saya dapet harganya.  Siapa tau aja, info saya ini, bisa sedikit  membantu teman yang sedang mencari informasi balon di Turki.   Harga dan operator yang saya tulis adalah pada bulan Oktober tahun 2016.

Untuk 30 orang ranges balon rata-rata 90-100 Euro (sekitarr Rp1,3 juta – Rp1,4 juta) seluruh operator.  Berhubung penumpangnya ada 30 orang jadi menurut saya sih agak sesak aja .  Kurang nyaman kalo buat ambil-ambil foto.  Apalagi kalo gabungnya bukan dari rombongan Indonesia yang biasanya badannya kecil-kecil, hehe.  Postur tubuh orang luar  kan rata-rata lebih besar, ya saya mah takut kegencet ajah :D.  Maka dari itu, opsi 30 orang tidak saya ambil.   Saya memutuskan untuk ambil yang 16-20 orang saja dengan kisaran harga balon 100-175 euro (sekitar Rp1,6 juta – Rp2,5 juta).

 Nah, berikut saya sertakan nama beberapa operator balon udara yang mengangkut 16-20 orang dengan durasi perjalanan, yaitu sekitar 1-1,5 jam.

  • Royal Balon adalah salah satu operator balon yang sudah cukup terkenal. Mereka terbang dengan mengangkut 18 orang (16 orang penumpang).  Para pilotnya termasuk yang berpengalaman.  Harga sekali naik dibanderol 140 Euro .
  • Butterfly Balloons  ini salah satu operator yang mempunyai rating bagus di tripadvisor (tahun 2006).  Untuk satu keranjang isi 18 orang (16 orang penumpang) di banderol dengan harga 140 Euro.
  • Kapadokya Balloons,  operator paling tua di Cappadocia.  Operator ini didirikan sejak tahun 1991.  Jadi ya tentu sudah gak diragukan lagi ya pengalamannya. Berhubung sudah lama tentu dia juga sudah  terkenal dimana-mana.  Harga yang dibanderol cukup mahal untuk ukuran 20 orang, yaitu 175 Euro per orang.  Namun demikian, operator ini juga suka kasih diskon.  Tahun kemarin karena dia lagi ngerayain anniversary company, bisa turun sampai 125 Euro.
  • Rainbow Balloons menerbangkan balon dengan kapasitas 20 orang.  Padahal sebenarnya keranjangnya muat 24 orang.  Tapi mungkin biar penumpangnya nyaman  kali ya, jadinya 20 orang pun oke-oke aja.   Pilotnya juga sudah berpengalaman.   Harga yang terteranya sih 165 Euro tapi lagi-lagi suka dikasih diskon, jadinya harga 110 Euro perorang.
  • Türkiye Balloons salah satu operator yang cukup dikenal juga.  Kapasitas keranjang sekitar 16-20 orang.  Harga perorang, yaitu sebesar 110 Euro.  Pilotnya juga sudah cukup berpengalaman.
  • Adapula operator yang namanya İstanbul Balloons. Mereka menerbangkan balon yang diisi 20 orang.  Harga perorang, yaitu sebesar 100 Euro.
  • Sultan Balloons menerbangkan balon dengan 20 orang penumpang. Harganya lebih murah dari yang lain, yaitu sekitar 90 Euro.

Sebenarnya masih ada banyak operator yang lain lagi.  Harganya beda-beda tipis, sekitaran itu saja.  Pernah juga ketemu website operator balon, harganya jauh banget dan lebih mahal.

salah satu operator balon

Salah satu operator balon

Opsi lain bisa juga hubungi agen travel langsung, biasanya mereka juga bisa kasih diskon.   Pernah nemu agen travel di Pamukale yang udah terkenal bange.  Mereka ngasih harga juga yang lebih murah dibanding yang lain.  Nama agennya saya lupa, tapi dia recommended banget soal urusan tur.  Selain ke agen travel bisa juga minta di arrange sama pihak hotel.  Kadang pihak hotel kerja sama dengan operator balon.  Jadi, untuk operator yang udah kerja sama dengan pihak hotel suka dikasih diskon.  Lagipula kalo udah kerja sama dengan pihak hotel, biasanya hotel juga bertanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan kita.

Oia, gak perlu khawatir tentang akomodasi ke titik lokasi penerbangan ya.  Pihak operator balon yang akan menjemput ke hotel kita.  Begitu pula setelah selesai penerbangan, kita akan di antar kembali ke hotel.  Oleh karena semua penerbangan di pagi hari, sebelum ke titik lokasi kita dikasih sarapan pagi dulu.  Tapi sarapannya bukan di hotel tempat kita nginep, tapi di restoran khusus yang memang sudah disiapkan buat turis yang kepengen naik balon.

Menuju Cappadocia Untuk Naik Balon

Menuju Cappadocia bisa melalui jalur darat dan udara.  Jalur darat bisa naik bus atau sewa mobil.  Rute yang populer biasanya untuk turis, Istanbul-Cappadocia.  Jika naik bus bisa dari otogar (terminal) setiap daerah di Turki, seperti Istanbul, Ankara, Pamukale, Izmir, dan sebagainya.  Dengan lama perjalanan sekitar 12 jam dan harga berkisar 80 TL (sekitar 300 ribuan).

Saya sendiri memilih menggunakan pesawat terbang dari Istanbul ke Cappadocia.  Selain budget airlines untuk penerbangan antar kota tidak terlalu mahal, kita juga bisa menghemat banyak waktu.

Penerbangan menuju Cappadocia ada dua, yaitu kayseri dan Nevsehir.  Setelah mencocokan harga dan biaya airport transfer.  Saya memutuskan untuk menuju Kayseri saja, karena biayanya lebih murah dibanding dengan ke Nevsehir.  Untuk sekali perjalanan dari Istanbul menuju Kayseri menggunakan Pegasus Airlines menghabiskan biaya 36 USD (sekitarRp 470an ribu).

Tempat Bermalam / Hotel

Kalo tujuan utama adalah menikmati balon udara, Goreme adalah tempat yang cocok.  Selain lokasi balon udara ada di kota Goreme, setiap pagi hari kita disuguhkan pemandangan balon udara yang hilir mudik.  Sehingga biarpun tidak menaiki balon udara mata kita tetap dimanjakan dengan pemandangan yang cantik.

hotel goreme

Mau sarapan sambil menikmati pemandangan kota Goreme dihiasi dengan balon-balon cantik

Pengalaman Saya 

Berhubung agenda ke Turki baru diputuskan sebulan sebelum keberangkatan.  Sementara itinerary baru selesai seminggu sebelumnya, jadi terkesan agak kurang persiapan.  Untuk mempermudah pemesanan balon udara, kami langsung hubungi pihak hotel.  Hotel tempat saya bermalam adalah Bedrock Cave Hotel yang terletak di kota Goreme. Salah satu hotel gua yang ada di Goreme.   Review hotel menyusul entah kapan :D (bleh bloger macam apah kamu!).

Dari hotelnya, kami disarankan untuk memilih Turkiye Balon dengan 16 orang penumpang dengan harga perorang 110 Euro (sekitar Rp1,6 juta) bonus di-upgrade ke durasi yang lebih lama, yaitu 1,5 jam tanpa biaya tambahan lagi. Horeeee! *sorak-sorai bergembira* *nari hula-hula*.

Oleh karena Cappadocia adalah destinasi pertama kami ke Turki akhirnya kami mengikuti saran dari hotel. Karena nyampenya malam hari,  kami memilih waktu untuk naik balon udara di pagi hari pertama di Cappadocia.  Jaga-jaga, jika cuaca buruk dan balon gak bisa mengudara hari itu, masih bisa hari berikutnya.  Untuk itu, kami stay di Cappadocia selama 3 hari 2 malam.

Jadwal dijemput naik balon adalah pagi hari pukul lima.  Harapannya bisa melihat sunrise di atas.  Dari hotel mewanti-wanti supaya jangan telat bangun, kalo telat kita bisa ditinggal.  Meskipun pihak hotel juga bakalan ngebangunin kita di pagi hari, ada baiknya tetap pasang alarm sendiri.

Saya dan suami bangun jam empat dini hari dan langsung mandi meskipun udara agak semriwing (kebiasaan kebanyakan orang Indonesia, biar dingin harus mandi kalo mau jalan :) ).  Dibangunin sama hotel jam setengah lima pagi.  Berhubung gak ada telpon di dalam kamar hotel, jadi banguninnya dengan cara gedor-gedor pintu.  Untungnya kami udah bangun.  Jadi, cukup ngasih tau aja kalo kami udah bangun dan lagi siap-siap berangkat.  Masih sempat sholat Shubuh juga di dalem kamar hotel karena saat itu Shubuhnya jam lima kurang sedikit.  Kalo udah keburu dijemput dan belum masuk waktu sholat, sholat aja pas dikasih sarapan di restoran lokal sebelum naik balon.

Jam lima pagi orang dari operator tur Türkiye Balloons  balon dateng ngejemput.  kami langsung naik ke shuttle bus-nya.  Ternyata orang-orang udah pada ngumpul di dalem.  Termasuk beruntung juga karena hotel saya termasuk yang terakhir dijemputnya.  Jadi, gak muter-muter ngejemput orang ke hotel-hotel lainnya dulu.

Dari hotel langsung di drop di restoran lokal buat sarapan.  Sarapannya khas makanan mediteranian, tapi makanan yang ringan-ringan aja.  Gak jauh-jauh dari roti, daging asap dan beberapa aneka keju.  Di resto lokal ini juga kami menyelesaikan administrasi (bayar balon).

sarapan

Sarapan ala orang Turki

Selesai makan, baru deh kami dianter ke titik lokasi balon. Lokasinya di lahan kosong yang luas buanget.  Di situ udah banyak balon yang lagi disiapkan buat terbang.

Begitu turun dari shuttle bus udara dingin langsung menyeruak.  Suhu saat itu dibawah 10 derajat celcius dan berangin. Saya yang udah jaketan, tetep kedinginan. Untung persiapan matang, langsung pake sarung tangan and syal.

jelang keberangkatan

Sebelum berangkat

Berhubung enggak serta merta naik, kami bisa menikmati pemandangan sekitar dulu.  Bisa lihat bagaimana persiapan saat balon udara akan terbang.  Setelah balon ready, pilot balon udara akan memberi informasi tentang penerbangan tersebut.

prepare balon 1

Prepare

Pilot ternyata tidak bisa mengendalikan arah balon.  Semua tergantung dengan arah angin, pilot bisanya mengarahkan turun naik aja.  Setelah itu, kami diajarkan untuk landing position, ketika akan mendarat.  Katanya sih biar si keranjang balon itu berat dan bisa cepet turun.  Cara landing position harus menghadap luar balon, berpegangan pada tali yang ada di keranjang dan setengah jongkok.

Usai memberikan informasi, kami langsung naik ke keranjang balon.  Keranjang balon dibagi 5 kotak, sisi kanan dan kiri masing-masing 2 kotak.  1 kotak di isi 4 orang, di tengah-tengah buat pilot dan asistennya.  Ternyata naik ke keranjang rada susah juga. Berhubung keranjangnya cukup tinggi dan gak ada tangga buat naik, jadi kita harus bisa manjat.  Usahain jangan pake celana yang gampang robek atau rok yang sempit bagi perempuan.  Bagi yang pake rok panjang harus pake celana dalem panjang  daleman celana panjang.

Di dalem keranjang ternyata sempit.  Emang cukup buat 4-5 orang aja.  Untuk itu, jangan kebanyakan bawa “babarontek” (bahasa betawinya keluar :D).  Ituloh semacam perkakas, seperti tas gede dan lainnya, aseli yah bakalan nyempit-nyempitin.  Selain kamera dan hape, bawa tas yang ringkes aja.

Setelah semua penumpang masuk, baru deh dimulai journey dengan balon udara.    Pelan-pelan balon udara naik ke atas.  Sepanjang mata memandang, mata kita akan disuguhkan dengan lukisan alam yang cantik banget.

balon udara turki

kota Goreme

Bila memandang ke bawah, maka kita akan melihat bentang alam kota Goreme, ada kebun-kebun anggur, pepohonan, ngarai, lembah, beragam perbukitan batu yang tergerus karena erosi, rumah-rumah gua baik yang alami maupun yang dipahat sendiri.  Dari atas juga bisa melihat landmark yang terkenal di kota Goreme, seperti Goreme Open Air Museum, Fairy Chimney, pigeon house, dan lainnya.  Gak sengaja ngelihat fox liar yang lari-lari di bukit.  Larinya cepet banget.  Seru! Seumur-umur baru kali itu ngelihat fox liar (ih norak!).

lembah, pohon dan tebing

Lembah, pohon, dan tebing

Sekeliling kita juga bisa ada puluhan balon udara yang terbang dengan cantik.  Ditambah dengan sinar keemasan sunrise dan birunya langit.   Sungguh pemandangan yang memanjakan mata kita.

sunrise di atas balon

Sunrise

Semakin nampak matahari, udara semakin hangat.  Angin juga tidak berhembus kencang.  Jadi semakin nyaman dan bisa puas pepotoan.  Durasi 1,5 jam itu gak kerasa tiba-tiba udah selesai aja keliling.

di balon

Di balon

Setelah mendarat, pilot kembali memberikan sepatah dua patah kata isinya ya ucapan terima kasih dan basa-basi lainnya.  Kemudian sebagai perayaan kecil, kita diberi suguhan makanan ringan khas Turki. Selain itu, juga diberikan sampanye atau wine. Saat pembagaian sampanye, saya dan beberapa orang melipir ke belakang, soalnya takut kecipratan pas buka dan kami gak tertarik minum begituan.

Bagi yang tidak minum-minuman beralkohol biasanya disuguhi jus buah.  Namun demikian, tetaplah berhati-hati bagi yang muslim atau yang tidak minum-minuman beralkohol.  Kejadian di saya, waktu itu sih kata pilotnya ada jus buah.  Tapi saat disajikan kami lihat di meja, kok gak ada kotak jus buah.  Lucunya waktu salah seorang stafnya nyodorin gelas sampanye ke saya, kan saya tolak.  Trus dia agak maksa dan bilang itu cuma jus apel.  Waktu dikonfirmasi ulang ada alkoholnya apa enggak.  Dia bilang cuma jus apel yang ada “tetapinya”. Trus  diminta kejelasan maksud kata “tetapinya” eh orangnya cepet-cepet kabur. Waduh mencurigakan banget kan ya.  Ya udah dari pada ragu dan takut, saya buang aja isi air yang di dalem gelas entah itu jus beneran atau sampanye.

Setelah mau pulang ke hotel, kita dibagikan kenang-kenangan berupa sertifikat.  Bagi yang mau nebus foto saat di dalem keranjang juga diperbolehkan.  Setelah itu kita diantar kembali menuju hotel.  Duh, sungguh pengalaman yang tidak terlupakan pokoknya.  Untuk pengalaman sekali seumur hidup rasanya terbayar deh 110 euro itu , hehehe.

6 comments

  1. Larasati Neisia says:

    Seru banget sih Mba.. Aku dari Incess kesini aja udah mupeng pengen naik, tapi entah kapan bisa kesana huhu.

    Baru tau juga ternyata balonnya banyak tipenya ya. Aku kira ini balonnya cuma buat maksimal 2 orang gitu. eh ternyata rame-rame :))

  2. Astin Astanti says:

    Mbak, miss u banget deh. Seneng yaaa bisa naik balon udara trus dimanjakan dengan pemandangan Goreme yang indah. Entah aku yang terlewat, berapa jam perjalanan di atas Mbak?

    • koivie3 says:

      Mbak astiiin kangen juga dirimu niiih, pasti baby yg dulu di dalem perut udah gede sekarang ya hihiii. Perjalanan 1,5 jam aja mbak. Cukup puas sampe gak terasa pegel kalo berdiri terus selama itu.

Leave a Reply to koivie3 Cancel reply