Melirik Pesona Danau Toba

Danau Toba

Danau Toba

Dulu, waktu masih kecil, rasa-rasanya jalan-jalan ke Danau Toba yang terkenal itu masih menjadi angan-angan saya saja. Apa pasal? Saya tidak memiliki sanak family di Sumatra Utara.  Iya, zaman masih kecil jalan-jalan ya identik silaturahim ke rumah keluarga, baru setelahnya explore ke daerah tersebut.  Tak dinyana, kesempatan wisata ke Danau Toba itu hadir setelah saya dewasa.  Karena sebuah urusan pekerjaan, akhirnya menjejak gambar danau nan indah yang ada di pecahan uang kertas itu bukanlah angan-angan lagi.  Setidaknya jadi tahu deh bagaimana cara ke Danau Toba dan objek apa saja yang bisa dilihat di sana.

Cerita ini bermula ketika saya tengah membantu penelitian sebuah lembaga dengan daerah penelitian di Provinsi Sumatra Utara.  Posisi saat itu saya tengah berada di Kota Kisaran dan ingin menuju Siborong-borong (Tapanuli Utara).  Dengan menyewa sebuah minivan, saya dan teman-teman pun berangkat menuju Siborong-borong, Taput (Tapanuli Utara).  Dari survey kecil-kecilan, ternyata rute dari Kisaran menuju Siborong-borong bisa melalui Parapat,  tempat Danau Toba bisa dilihat.  Kami pun sepakat untuk mampir sejenak melihat pesona Danau Toba.

Jarak dari Kisaran menuju Siborong-borong sekitar 225 km dengan jarak tempuh kurang lebih 5 jam tanpa macet. Perjalanan melewati kota-kota lain di Sumut yang cukup terkenal, yaitu Pematang Siantar, Parapat dan Balige. Sementara kalau dari Kisaran menuju Parapat jaraknya lebih pendek, yaitu sekitar 139 km dengan jarak tempuh 3 jam-an saja.

Danau Toba dari angle yang berbeda

Danau Toba dari angle yang berbeda

Menuju Dana Toba

Jika teman ingin berwisata ke Danau Toba, teman juga bisa menempuh perjalanan darat dan udara, contohnya dari Bandara Silangit dan Kuala Namu menuju Parapat atau Medan ke Parapat.  Akses tercepat menuju Danau Toba ada di Bandara Silangit, karena letaknya di Tapanuli Utara yang tidak seberapa jauh dari Danau Toba.  Kira-kira dari Bandara Silangit menuju Danau Toba hanya menempuh sekitar 30 menit hingga 1 jam perjalanan saja.  Teman dapat menumpang sebuah travel atau taksi bandara.  Jika ingin naik taksi, sebaiknya teman cari tahu tarifnya terlebih dahulu supaya teman tidak kena “getok” sehingga harganya menjadi lebih mahal.  Menurut yang saya baca dari berita media online, tarif taksi dari bandara Silangit menuju Parapat pada tahun 2016, 1 mobil (dengan diisi 4 orang) sekitar Rp350.000 (tinggal dibagi aja perorangnya kena berapa).

Sementara dari Bandara Kuala Namu menuju Danau Toba menempuh perjalanan sekitar 4-5 jaman. Cukup jauh! Ongkosnya pun tentu lebih mahal dari Bandara Silangit.  Alternatif yang teman bisa lakukan adalah sebagai berikut ini.

  1. Ikut paket tur yang banyak ditawarkan oleh travel atau biro perjalanan
  2. Menyewa mobil/minivan seharian
  3. Naik taksi Bandara, tarif tentu lebih mahal daripada dari Bandara Silangit
  4. Naik bus umum dari Kuala Namu menuju Parapat. Akan tetapi, teman harus berganti-ganti bis.

Dengan cara apa teman ingin menuju Danau Toba sah-sah saja.  Mau nyaman dan cepat sampai, pilihan tur, taksi dan menyewa mobil tentu lebih baik.  Namun bila teman ingin lebih ekonomis, bis adalah pilihannya.

Bagi saya inilah kendala terbesar menuju Danau Toba dari Kuala Namu.  Selain akses jalan yang kurang, waktu tempuhnya juga cukup lama. Sehingga menghambat wisatawan yang ingin ke Danau Toba, baik dengan kocek terbatas maupun tidak.  Namun, di tahun 2016 dengar-dengar akan dibuat jalan tol menuju Danau Toba sehingga waktu tempuhnya menjadi lebih cepat.  Mudah-mudahan lancar pembangunannya ya.  Supaya kita bisa jalan-jalan ke Danau Toba dengan lebih efisien dan ekonomis.

Perjalanan ke Danau Toba

Balik lagi ke cerita saya.  Berhubung saya ditakut-takuti teman bahwa perjalanannya akan muter-muter alias jalannya berkelok-kelok serta banyak jalan yang kurang bagus. Akhirnya saya memutuskan untuk minum obat anti mabuk perjalanan karena takut mual dan muntah di tengah perjalanan.  Teman saya menyodorkan Drama*ine, katanya obat mualnya lebih dahsyat dari Ant*imo.  Alhasil sejak body nempel di bangku minivan sampe menjelang Parapat, saya molor bak layangan putus…zzzz.  Dibanguninnya pun udah bukan dengan cara halus lagi, tapi sambil diteriakin dan diunclang-unclang badan saya :D.  Saya sih gak bisa ngebandingin sama si An*imo, soalnya nelen obat itu juga cepet tidurnya hehehe.

Begitu mata melek, sambil mengumpulkan sisa-sisa kesadaran, yang terlihat di balik jendela minivan adalah bentang hijau, perbukitan yang berjajar dengan deretan lembah.  Sumatra Utara memang dilewati oleh rangkaian perbukitan barisan.  Tak heran kawasan di sekitar Danau Toba ini juga memiliki pesona alam yang sangat indah.

View sekitar Danau Toba

Baru melek sudah disuguhkan pemandangan semacam ini (View sekitar Danau Toba)

Danau Toba itu sendiri adalah danau tekto vulkanik yang sangat luas.  Hal ini membuat Danau Toba menjadi danau yang paling luas di Indonesia, bahkan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.  Disebut danau tekto vulkanik, karena Danau Toba terbentuk akibat adanya gabungan proses vulkanisme berupa gunung berapi namun juga adanya pergeseran akibat pergerakan tektonik, seperti gempa.  Jadi terbentuknya Danau Toba itu akibat ledakan gunung berapi pada sekitar 69.000 sampai 77.000 tahun yang lalu.  Konon letusan yang maha dahsyat itu mengakibatkan penurunan suhu serta berkurangnya populasi makhluk hidup di daerah sekitar karena kematian. Lalu gempa yang mengakibatkan sebagian badan gunung berapi patah dan terisi air.  Kira-kira seperti itulah sejarah terbentuknya Danau Toba menurut yang saya tahu serta browsing-browsing hehehe…

Setibanya di Danau Toba kamipun mulai mencari spot yang bagus untuk berfoto sekaligus menikmati panorama alamnya yang luar biasa cantik.  Sebenarnya dimanapun spotnya juga indah, karena panorama di Danau Toba ini bener-bener memanjakan mata, pepohonan yang hijau, pegunungan yang berderet rapi, air danau yang bening, kapal ferry yang berjejer serta awan yang biru saat itu sudah menjadi background yang apik.

Patung Selamat Datang

Patung Selamat Datang

Di sekitar danau Toba juga disediakan permainan air, seperti jetski, bebek-bebekan, atau perahu ferry untuk mengelilingi keindahan Danau Toba.  Di beberapa spot ada anak-anak yang berenang dan beberapa orang memancing ikan.  Ikan di Danau Toba kelihatannya cukup banyak, sehingga para pemancing tertarik memancing di sekitar sana.  Selayaknya tempat wisata, tidak sulit menemukan hotel dan rumah makan di sekitarnya.

Boat dan bebek-bebekan

Boat dan bebek-bebekan

Sayangnya, saya tidak melanjutkan ke pulau Samosir karena harus melanjutkan perjalanan.  Padahal jika ingin menju Samosir tinggal naik fery yang ada di dermaga Parapat.  Harganyapun cukup terjangkau dengan tiket untuk pulang-pergi.  Meskipun pulau kecil, di  Samosirpun tidak sulit untuk mencari hotel.  Padahal di dalam Samosir kita bisa melihat makam raja-raja Sumatra Utara sehingga bisa belajar sejarah serta adat istiadat orang Batak pada khususnya.  Next deh, InsyaAllah kalau ada kesempatan lagi akan berkunjung ke Samosir.

Salah satu penginapan yang ada di sekitar Danau Toba

Salah satu penginapan yang ada di sekitar Danau Toba

Sebelum pulang, kamipun menyempatkan makan siang di rumah makan lokal.  Makanan halal tidak sulit ditemukan di sini.  Setiap restoran rata-rata memberikan informasi di depan rumah makan mereka apa ada daging porknya atau tidak.   Berhubung lidah doyan pedes semua, saya dan teman-teman pun sepakat untuk makan nasi padang saja (udah jauh-jauh ke Toba, makannya tetep gak berubah, Padang lagi Padang lagi :D).

Itulah sekelumit kisah perjalanan saya mengintip pesona Danau Toba.  Meskipun hanya sebentar saja, namun pesona Danau Toba tidak terlupakan.  Walapun indah di pandang mata, selayaknya juga pengingat kembali kepada Allah yang telah menciptakan bentang alam luar biasa ini.  Proses terjadinya Danau Toba seyogyanya mengingatkan kita akan kuasa Tuhan, bahwasanya bentuk lekukan bumi ini tidak secuil pun tanpa kuasanya.  MasyaAllah!

Seperti biasa, harus ada yang numpang nyengir :D

Seperti biasa, harus ada yang numpang nyengir :D

 

Credit photos : My GDS Team

11 comments

    • koivie3 says:

      Hehe, iya ya mbak biasanya hanya transit doang. Semoga ada kesempatan untuk main-main ke sana ya. Terima kasih sudah berkunjung :).

    • koivie3 says:

      Iya memang enak ngerental gitu, kendalanya susah transportasi publik yang ramah dan ekonomis ya. Trims sudah berkunjung :).

  1. fanny fristhika nila says:

    aahhh…. ga prnah bosen ke danau toba..tiap kali mudik ke sibolga, aku slalu lewatin danau ini mbak.. kita sekeluarga pasti berhenti dulu… ato kalo lg ga mudik, aku seneng juga liat danau toba dr berastagi.. ini danau kan saking besarnya bisa dilihat dr 3 kota :)..

Leave a Reply