Resep Fatayer Jubna, Roti Keju Khas Arab

Fatayer jubna salah satu makanan khas orang Arab.  Di negara-negara Timur Tengah, seperti Saudi, Lebanon, Uni Emirat Arab, Jordan dan lainnya, roti adalah makanan sesehari-hari.  Sehingga kudapan fatayer ini sangat populer. Tidak sulit menemukan dimana fatayer jubna dijual.  Hampir di setiap toko roti, mall, kantin menjual makanan khas ini.  Kudapan fatayer biasa dimakan oleh semua kalangan, baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa.  Fatayer jubna juga bukanlah kudapan yang mewah dan eksklusif.  Di Saudi sendiri, satu buah fatayer biasanya dihargai sekitar 3-5 sar, cukup terjangkau.

Fatayer merupakan makanan sejenis roti yang bisa di isi oleh berbagai macam filing.  Filling tersebut bisa berupa bayam, keju, atau zatar.  Sementara jubna, dalam bahasa Indonesia artinya adalah keju.  Jadi, fatayer jubna ini adalah roti dengan isi keju.  Berbeda dengan roti Prancis dan roti tawar.  Roti Arab memiliki kekhasannya sendiri.  Hal yang membedakan antara fatayer dengan roti lain adalah bentuk serta rasanya.

Fatayer jubna paling enak disuguhkan selagi hangat atau ketika fresh from the oven.   Kudapan ini sangat cocok untuk sarapan yang dipadukan dengan secangkir syai halib (teh susu) atau qohwah (kopi).  Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa fatayer jubna dapat dimakan untuk makan siang, makan malam atau sekedar camilan di sore hari. Rasa lembut yang dipadu padankan dengan rasa keju yang asin dan creamy , membuat fatayer jubna ini terasa nikmat.

Adapun resep dan cara membuat fatayer jubna adalah sebagai berikut ini.

Resep untuk adonan rotinya:

  • 400 gram tepung terigu kualitas baik
  • 1 sendok teh yeast
  • ¼ sendok teh baking powder
  • 3 sendok makan susu bubuk
  • 3 sendok makan olive oil
  • 2 sendok makan mentega yang telah dicairkan
  • 300 ml air hangat
  • 1 sendok makan gula
  • Garam secukupnya

Bahan pembuat isi/filling:

  • Keju sesuai selera. Jenis keju untuk isi fatayer boleh cheddar, halloumi, feta, atau apapun asal yang asin.  Keju mozarella tidak cocok sebagai isi fatayer.
  • Boleh ditambah taburan parsley, basil, nigella atau sesuai selera. Ini opsional saja.  Jika teman penggemar cheese saja, tidak perlu menambahkan bahan-bahan ini.

Cara membuat :

  • Campurkan yeast, gula dan air hangat pada satu wadah. Pisahkan dengan wadah terigu dan bahan lainnya   Aduk-aduk air hangat yang telah bercampur gula dan yeast hingga berbuih.   Setelah berbuih, diamkan selama kurang lebih 10-15 menit.
  • Di wadah yang lain, campurkan terigu, baking powder, susu, olive oil dan mentega. Campurkan hingga merata.
  • Tambahkan garam secukupnya, jika mentega yang dipakai adalah salted butter, sebaiknya jangan menambah garam terlalu banyak.
  • Masukan campuran air hangat, yeast dan gula tadi ke campuran terigu. Tuang sedikit-sedikit sambil diuleni.  Adonan terus diuleni hingga kalis dan tercampur rata.
  • Bulatkan adonan, agar tidak licin dibalur kembali dengan minyak zaitun secukupnya.
  • Tutup adonan dengan plastik hingga adonan mengembang, kurang lebih sekitar 1 jam.
  • Setelah 1 jam, bentuk adonan sesuai selera. Khas Saudi dibentuk bulat pipih kemudian dilipat.  Jika adonan masih terasa lengket, kita bisamembalurkan tangan dengan olive oil
  • Isi dengan filling keju dan tambahannya. Jangan terlalu penuh atau tebal.
  • Bakar di oven dengan suhu kurang lebih 2000c hingga fatayer matang atau kecoklatan.
  • Untuk mendapatkan fatayer dengan warna yang bagus (golden brown) boleh di sapu dengan kuning telur atau olive oil.

Dengan demikian fatayer jubna siap disajikan.  Boleh disajikan sebagai jamuan untuk para tamu atau untuk sendiri dan keluarga. Nah, selamat mencoba kudapan khas Arab ini.

 

Catatan :

  • Jika adonan yang kita buat ternyata terlalu banyak, boleh disimpan di dalam kulkas untuk dibentuk keesokan harinya. Akan tetapi harus diingat, wadah adonan dalam proses penyimpanan harus dalam keadaan tertutup atau kedap udara.  Jika wadah tidak tertutup, adonan fatayer akan kering dan akan susah dibentuk.  Saat akan dibuat kembali, keluarkan adonan dan diamkan di luar kulkas hingga beberapa saat.  Setelah tidak terlalu dingin, barulah adonan bisa dibentuk kembali.

24 comments

  1. fanny fristhika nila says:

    Aku termasuk yg sukaaa bgt ama roti.. segala jenis roti sih… baru tau kalo roti ini namanya fatayer jubna.. di deket rumahku ada restoran arab mbak, aku prnh pesen semacam omelette, trs dikasih roti ini sebagai pelengkap.. enaaaak, kirain td agak keras, trnyata lembuuut ;)

    • koivie3 says:

      iya mbak ini namanya fatayer, roti begini happening banget di timur tengah kalo jubna itu artinya keju. Hhehehe…trims sudah mampir ya :).

Leave a Reply