Belajar Bahasa Arab di Riyadh, Tak Sekadar Belajar

Pada awal tahun 2016, saya mendapat informasi tentang sekolah Bahasa Arab khusus untuk perempuan di Riyadh.  Nama sekolahnya Daar Adh Dhikr.  Daar dalam Bahasa Arab artinya adalah sekolah.  Meskipun namanya sekolah, namun sifat pendidikan di Daar Adh Dhikr adalah non formal.  Semacam kursus lah  kalau di Indonesia.  Saya yang saat itu baru saja menginjakan kaki di Saudi selama 2 bulan pun jadi tertarik.

Dari pada saya cuma menatap awan, ngelamun, nyari kutu, gigitin kuku, dan menghitung hari selama di Negri Petro dollar ini, akhirnya saya pun mendaftar.  Untungnya suami saya mendukung penuh.  Ternyata kelas telah berjalan dan saya terlewat hampir satu setengah bulan lamanya.   Alhamdulillanya masih lulus tes dan bisa mengikuti pelajaran.

BeCOOL AND

Belajar Bahasa Arab di Saudi

Beberapa kota di Saudi, seperti Riyadh, Jeddah, Madinah, Mekkah, dan lainnya memang menyediakan fasilitas belajar non-formal untuk Bahasa Arab dan Tahfidz Alquran.   Biasanya di kota-kota yang banyak pendatangnya.    Fasilitas itu bisa berupa sekolah mandiri (Daar atau Academy) atau dari Universitas setempat.

Di Riyadh sendiri, sudah ada beberapa program belajar Bahasa Arab pemula, seperti Daar Adh Dhikr, Safeera Academy, dan lainnya.  Belakangan saya baru tau, Princess Nourah University, yang merupakan satu-satunya universitas khusus perempuan, juga membuka semacam kelas Bahasa Arab non formal.

Daar Adh Dhikr School

Daar Adh Dhikr School berdiri sudah lebih dari 20 tahun, tepatnya didirikan pada tahun 1991 di Kota Riyadh.  Tujuan daar ini sebenarnya sebagai dakwah Islam dan menanamkan keislaman dan Tauhid untuk menjaga kemurnian agama Islam.

Daar Adh Dhikr School adalah sekolah khusus perempuan non Negara-negara Arab untuk mempelajari Bahasa Arab dan Tahfidz Alquran.  Jadi, di sini memang khusus pelajar perempuan dari negara-negara yang bukan berbahasa Arab.  Kebanyakan pelajarnya dari Negara-negara India dan Pakistan, ada beberapa juga dari Filipina, Malaysia, Indonesia, Kanada, Jerman, Somalia, Prancis, dan lainnya.  Kebanyakan pelajar adalah ibu rumah tangga yang ikut suaminya bekerja atau sekolah di Saudi, ada istri karyawan swasta, istri mahasiswa, istri pegawai kedutaan, dan lainnya.  Ada juga perempuan yang bekerja di Saudi, seperti, perawat atau dokter.   Untuk pekerja informal yang ada di sekolah ini saya belum pernah ketemu.

IMG_7083

Sebelum menjadi pelajar di Daar Adh Dhikr, setiap calon pelajar harus dites masuk.  Tes masuk meliputi kemampuan baca dan tulis Alquran.  Tes tulis berupa imla’ (mencongak), tes membaca Alquran, dan tes hafalan Alquran.  Tes ini akan menentukan level yang akan kita masuki nantinya.  Kelas Bahasa Arab dan kelas tahfidz pun terpisah karena target yang ingin dicapai pun berbeda.  Level untuk Bahasa Arab dari Tamhidi (seperti pre basic) hingga Musthawa 1-10 (level 1 sampai dengan 10).   Pertemuan sebanyak kira-kira 4 jam perhari, dalam seminggu ada 2-3 hari.  Bisa ambil kelas pagi atau kelas sore.

Materi yang diajarkan berupa Bahasa Arab Fusha, yaitu Bahasa Arab klasik yang digunakan dalam teks Alquran dengan kaidah Nahwu dan Sharaf (semacam grammar-nya).  Bahasa Arab Fusha ini juga bisa Bahasa Arab yang digunakan dalam situasi resmi, kalo di kita mungkin seperti Bahasa Indonesia resmi yang menggunakan kaidah EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

IMG_5688

Tak Sekadar Belajar Bahasa

Meskipun kelas utama adalah kelas Bahasa Arab, namun setiap pelajar yang mengambil bahasa Arab akan mendapatkan materi lainnya, yaitu hafalan Quran beserta tajwid dan tahsinnya, Dirasat Islamiyah (wawasan keislaman, ini seperti membahas Fiqh), Qiroat ( seperti pronunciation dan reading), Dzikir, Nahwu (kaidah bahasa), Sharaf, Hadits, dan Tafsir.  Namun demikian, semua pelajaran diajarkan sesuai dengan level masing-masing.  Untuk level 1 atau musthawa uwla pelajaran yang diberikan berupa, Bahasa Arab, Dirasat Islamiyah, Alquran, dan Qiraat.  Level selanjutnya akan ada tambahan pelajaran lagi.

Seperti halnya sebuah sekolah, maka kegiatan yang dilangsungkan tak sekedar kegiatan belajar dan mengajar saja.  Setiap minggunya ada tobakhul khairi. Tobakhul khairi adalah acara semacam pasar makanan khusus yang dilakukan oleh para murid setiap minggunya.   Jadi, murid-murid per kelas akan ada giliran piket untuk berjualan makanan.  Makanan yang dijual boleh apa saja.  Biasanya teman sekelas akan merundingkan apa-apa saja yang mau dijual, kemudian siapa saja yang akan menjual.  Hal ini biasanya dimanfaatkan pelajar untuk memperkenalkan makanan dari negaranya masing-masing.  Tidak hanya itu saja, pada saat piket tobakhul khairi, kita juga bebas untuk berdandan ala negaranya masing-masing.  Teman-teman dari India, Pakistan, dan Nigeria biasanya cukup pede untuk berdandan heboh.  Menyesalnya saya gak bawa baju kebaya sama kain wastra, jadi gagal show off deh :P.

Keuntungan dari tobakhul khairi ini tentu banyak sekali.  Setidaknya kita bisa berinteraksi terhadap teman-teman sekelas dan juga antar kelas dalam proses jual beli, kita juga bisa makan berbagai jenis olahan dari negara lain, kemudian secara langsung juga bisa mengenal negara lain.  Oia hasil keuntungan yang didapat dari pasar tobakhul khairi ini semuanya diserahkan kepada pihak sekolah sebagai infak, oleh karena sekolah ini adalah semacam lembaga non profit, yang artinya masih butuh dana yang cukup besar dalam pengelolaannya.

IMG_5900

Kira-kira begini deh pakaian murid kalo sedang tobakhul khairi, meriah!

Selain tobakhul khairi, ada juga Muhadlarah dan Hafla yang dilakukan paling tidak sekali dalam satu semester.  Muhadlarah seperti acara kecil, biasanya pelajar dikumpulkan dari berbagai level kemudian akan ada ceramah atau motivasi dari guru atau murid yang lebih senior yang berprestasi.

Sementara itu, Hafla adalah party (pesta) yang melibatkan seluruh murid dan guru.  Akan tetapi, jangan bayangkan pestanya itu pake musik jedak-jeduk dan kita joget-joget ya…no..no…no!  Pesta di sini hanya sekedar makan-makan dan unjuk kebolehan antar masing-masing kelas.  Boleh drama, boleh pidato, boleh atraksi, boleh tebak-tebakan, boleh shalawatan, asal enggak nyanyi diiringi lagu Lady Gagal, hehe.

IMG_6032

Permen-permen dari Hafla, masing-masing guru memberikan kata mutiara dan motivasi di permen-permen ini.

Setelah ujian akan ada Souq, seperti bazaar.  Souq ini semacam pasar dadakan yang menjual barang-barang bekas.  Ada berbagai macam pakaian, peralatan rumah tangga, tas, sepatu, dan aksesoris lainnya.  Meskipun kebanyakan adalah barang bekas, namun ada juga barang-barang baru tapi modelnya mungkin sudah tidak update lagi.  Barang yang dijual baik bekas dan baru adalah barang yang masih sangat layak digunakan, tidak jarang kita menemukan barang-barang yang branded dan middle branded.  Saya sendiri terbengong-bengong dan jadi laper mata begitu lihat pakaian-pakaiannya, ada Zara, Bershka, Mango, dan barang middle branded lainnya dengan kondisi yang masih bagus.  Bahkan teman saya sendiri pernah mendapatkan sepatu wanita merk Louis Vuitton yang masih cukup baik kondisinya dengan harga yang terjangkau.

Staff Pengajar dan Lingkungan Belajar

Pengajar yang ada di Daar Adh Dikr semuanya adalah orang Arab.  Jadi, kita benar-benar belajar langsung dari native speaker.   Guru bahasa Arab saya sendiri orang Palestina, guru Qiraat dari Suriah, sementara guru Alquran dari Yaman.  Pengantar belajar di kelas mostly berbahasa Arab, hanya level Tamhidi yang masih banyak bahasa Inggrisnya.  Namun demikian, selain ini menjadi kelebihan, bagi saya tentu ini menjadi kesulitan tersendiri.  Apalagi saat itu saya masih 2 bulan tinggal di Saudi, ketinggalan kelas belajar, dan jarang berinteraksi dengan orang asing. Alhasil saya yang masih bloon-bloonnya ini jadi tunggang langgang ngejar-ngejar pelajaran meskipun saya masuk baru di level satu.    Teman saya yang orang Jerman, bahkan mengibarkan bendera putih padahal baru masuk pada minggu kedua pelajaran dimulai.  Begitu saya tanya, begini kata dia kira-kira,”Suseh Ciin, gue nyerah deh”, hehe.

Guru-gurunya juga tak sekedar memberi materi ajar saja, seringkali mereka memberikan siraman ruhani dan motivasi kepada pelajar.  Meskipun kadang kala saya enggak ngerti sepenuhnya apa yang dikatakan, paling tidak sedikit-sedikit saya faham maksudnya.  Saya juga suka salut sama guru Bahasa Arab saya, dari lisannya seringkali yang keluar itu doa dan dzikir, mau turun hujan, angin kencang, kepanasan, mulai belajar, sudah belajar, ngeliat murid pintar, sedang enggak ngapa-ngapain,  sering kali saya lihat beliau bergumam doa dan dzikir.  Pernah suatu ketika saat hujan turun, kelas lagi berisik banget, namanya kelas cewek ada saja yang diomongin dan kita acuh aja, langsung deh ditegur sama Mualimah (sebutan guru). Duh, rasanya tenang dan adem.

Kegiatan belajar lebih banyak satu arah.  Level-level awal kita lebih banyak menghafal vocabulary dan perubahan kata yang juga masih sederhana.  Setiap minggu ada ujian weekly, dan setiap bulan ada ujian monthly, di akhir semester akan ada ujian akhir.  Untuk Materi Alquran dalam satu semester ada Musabaqah, yaitu menghafal beberapa ayat dari surah tertentu.  Bagi yang mengikuti  akan diberikan hadiah, bagi yang bacaannya mendapat nilai sempurna juga akan diberikan hadiah.  Tidak jarang pelajar yang dapat nilai ujian bagus juga dikasih hadiah.

IMG_6069

Belajar di teras sambil minum syai halib dari kantin. Anak cakep harus rajin belajar *pencitraan*.

Fasilitas dan Peraturan

Soal fasilitas, sekolah ini termasuk lumayan.  Di sini disediakan bis antar jemput, meskipun gak semua daerah terjangkau bisnya sih, ada ruang tempat penitipan bayi dan balita namanya Hadhonah, ada playgroup, dan ada kelas belajar untuk anak-anak perempuan.  Ada aula besar untuk tempat berkumpul ketika Muhadhlarah atau Hafla, ada maktabah (perpustakaan), dan ada juga kantin.

Hal yang penting di sekolah ini dan tidak boleh dilanggar adalah peraturan.  Jangan bayangkan, ini seperti tempat kursus di Indonesia pada umumnya.  Dress code untuk keluar masuk  di sekolah ini adalah abaya hitam, berjilbab dan menggunakan penutup wajah atau niqab.  Tidak boleh menggunakan high heels dan parfum yang berlebihan.  Namun demikian, ketika sudah di dalam sekolah kita bebas untuk menanggalkan abaya, kerudung, maupun niqab, tetapi tetap berpenampilan sopan.  Di dalam kelas gak boleh makan, minum, dan poto-poto.  Saat acara berlangsung juga gak boleh poto-poto.  Makanya saya gak pernah lihat ada murid yang poto-poto selama di sekolah. Hal ini untuk menghargai privacy orang karena selama di lingkungan sekolah udah boleh gak pake jilbab dan abaya, lagipula ternyata di sini banyak orang gak suka dipoto, except me :D .

Kenapa mau belajar Bahasa Arab?

Berada ratusan kilometer jauhnya dari negri sendiri, membuat saya berfikir bagaimana cara membunuh kebosanan?  Apalagi posisi saya mengikuti suami yang bekerja di negri orang. Praktis itu mengubah  kegiatan saya saat masih di negri sendiri.  Sehingga saat itu motivasi saya belajar adalah untuk mengisi waktu luang.  Di pertengahan jalan,  sebenarnya mau berhenti sekolah berhubung kalo dipikir Bahasa Arab yang digunakan bukan Bahasa Arab sehari-hari. Bahasa Arab juga tidak sepopuler Bahasa Inggris dan Mandarin,  misalnya.  Saya pun curhat ke teman sekolah, terus teman sekolah saya bilang begini, “Emang kamu gak mau ya setidaknya bisa sedikit tau arti dari Alquran?” Eh…ehm…jleb!  Dipikir-pikir bener juga ya. Lah wong saya nonton film Hollywood and drama Korea aja pengen ada artinya, mestinya apalagi baca kitab suci yang tiap hurufnya berpahala.  Dari kecil sampe gede juga belajar Bahasa Inggris biasa aja.  Duh jadi malu deh.   Ya udah deh akhirnya dilanjut saja, meskipun ada kasus di beberapa negara tertentu orang yang Berbahasa Arab bisa dicurigai macem-macem, sedih deh :'(.

Belajar Bahasa Arab di Daar ini keuntungan bukan hanya berupa materi bahasa Arab dan pengetahuan keislaman saja, tetapi juga bisa menambah teman dari berbagai negara.  Belom lagi melatih komunikasi dalam berbahasa Inggris karena banyak teman yang juga tidak bisa Berbahasa Arab.  Banyak juga cerita seru dari teman-teman yang tinggal di negara lain.

 Nah, begitulah review saya tentang belajar bahasa Arab di Riyadh, bagi teman yang sedang dan ingin belajar bahasa Arab di  Kota Riyadh, silakan bisa langsung kontak Daarnya ya.

 

Alamat Daar Adh Dhikr :

Al Hamami Street,

Hayi Sulemania, P.O.Box 220530

Riyadh 11311 Kingdom of Saudi Arabia.

Google Map:

2563 Al Hamami, As Sulimaniyah
http://goo.gl/maps/0sWm1

​darudhikr@yahoo.com

Tel: 00966-1-4163012 / 00966-1-4624366
​Mobile: 00966-553-764-598

26 comments

    • koivie3 says:

      Kalo di dalam kelas sekolah boleh pake baju cerah2 gitu mbak, kalo udah keluar udah gak boleh lagi. Trims sudah mampir ya mak :).

  1. wiwi says:

    Menarik mbak sekolahnya, banyak yang dipelajari n bisa ketemu muslimah2 dari berbagai negara. Nice post mbak.

  2. Isnaini S Ibiz says:

    Wah…biar ikut kelas bahasa arab, tapi kegiatannya seru-seru ya, mbak. Ada piket jualan, pesta yang tak biasa, dan bazaar barang bekas tapi masih bagus.

    Setuju banget dengan ucapan teman, “Emang kamu gak mau ya setidaknya bisa sedikit tau arti dari Alquran?” semoga makin menikmati belajar bahasa arabnya ya, mbak. :)

  3. eda says:

    mbaa.. aku benernya juga pengen banget belajar bahasa arab, tapi msh bingung nyari di surabaya di mana.. pengen belajar sama si aya, blogger lulusan gontor, anaknya juga masih ribet kuliah.. hihihi..

    doakan aku bisa nemu di sini ya mbaaa…

    • koivie3 says:

      Iya mbak amien, semoga cepet ketemu ya tempat lesnya. Lebih asik kalo belajar sm temen sendiri hehe. Iya mbak meskipun b.arab kurang populer tetap semangat.

  4. nura says:

    wahhh menarik sekali kilasannya mba. mungkin mba juga punya info ttg sekolah model seperti ini di damman atau al khobar? jazakillah khair.. salam kenal

    • koivie3 says:

      Hai Mbak Nura, saya tidak punya info kalau di Dammam dan Al khobar, tapi biasanya ada mbak karena dammam dan khobar banyak pendatang seperti kita. Salam kenal kembali mbak :).

Leave a Reply to Nathalia DP Cancel reply