Jalan-Jalan Ke Melaka (2)

Sebelumnya saya pernah cerita mengenai perjalanan saya ke kota tua Melaka.  Saya melewati rute dari KLIA2 langsung menuju Melaka dengan bus ke melaka.  Lebih lengkapnya silahkan meluncur ke Perjalanan ke Melaka (1), sekarang saya mau cerita tentang jalan-jalan ke Melaka, ada apa saja di sana, mengapa trip ke Melaka jadi salah satu travel list saya, dan things to do in Melaka versi saya.

DSC03867

Berhubung saya hanya sehari trip di Melaka, jadi saya harus merencanakan kembali ke KLIA2 saat itu juga.  Maka, begitu sampai di Melaka Sentral, supaya hati tenang, saya langsung membeli tiket bus transnasional dengan schedule pukul 22.00 dengan rute Melaka-KLIA2.  Harga bus transnasional RM 21.90.  Barulah setelah itu saya lanjut ke bus Panorama No.17.

DSC03894

Bus Panorama No.17 membawa saya dari terminal Melaka Sentral ketempat yang ingin saya kunjungi. Saat kita masuk ke dalam bus, sambil menyerahkan uang, Pak Sopir bisaanya tanya, “mau kemana?” Bilang saja salah satu landmark yang terkenal di Melaka, Stadthuys, Jonker street atau sebut bangunan merah saja. Paling terkenal ya Stadthuys atau bangunan merah.  Jangan takut nyasar, biasanya banyak turis yang turun di situ juga, sopirnya juga kasih informasi kok kalau busnya berhenti dimana.

Kenapa ke Melaka?

Mungkin ada beberapa orang yang ragu-ragu mau ke Melaka.  Bagi orang yang suka kecantikan kota tua tempo dulu berikut sejarahnya, tentunya Melaka ini tidak boleh dilewatkan.  Kota tua Melaka merupakan Kota Warisan Dunia yang telah masuk daftar kawasan bersejarah UNESCO.  Melaka pernah dikuasai oleh Portugis dan juga Inggris, sehingga banyak dari kawasan ini sangat kental dengan bangunan bergaya Eropa. Bangunan tersebut dibangun sekitar tahun 1700an. Namun demikian, bangunan dari kesultanan Melayu pun juga tak kalah cantik berbaur dengan bangunan Eropa dan juga melayu peranakan.

Things to do in Melaka?

Nah, kalau kita sudah sampai di cagar budaya Melaka.  Ini beberapa hal yang bisa kita lakukan.

1.  Menikmati bangunan-bangunan tua yang cantik, atau tempat menarik yang bersejarah. Contoh tempat menarik dan bersejarah, seperti mengunjungi Stadthuys, Christ Church Melaka, Queen’s Victoria Fontain,  Kincir Belanda, Kincir Air Kesultanan Melayu, Kapal Pinisi, Hotel Casa Del Rio Melaka, Benteng, dan lainnya. Namun demikian ada juga bangunan-bangunan modern, seperti Hardrock Cafe, dan berbagai macam hotel.

Collage216172812

Collage21617355

2.  Masuk Museum. Di Melaka banyak sekali museum yang bisa kita kunjungi. Beberapa diantaranya adalah Balai Seni Lukis Melaka, Museum Royal Malaysian, Museum Samudra, Museum Belia Malaysia, Museum Pemerintahan Demokrasi, Museum Sejarah, Etnografi Dan Sastra, dan masih banyak museum lainnya.

Collage21618643

3.  Ikut Melaka River Cruise Tour. Sama seperti di Bangkok dan Singapura, sungai di Melaka bersih dan terawat sehingga bisa dimanfaatkan untuk river cruise.  Saya sendiri lebih memilih men-skip Melaka River Cruise Tour, dan memilih jalan kaki karena jarak landmark yang satu ke tempat lainnya sangat dekat.

DSC03781

4.  Kalau malas jalan kaki bisa juga naik becak heboh. Saya sebut heboh soalnya becaknya unik banget, ramai aksesoris.  Aksesoris di becaknya antara lain banyak boneka, ada bling-blingnya, berwana-warni pula.  Kalau dianggap kemahalan, jangan ragu untuk menawar ya.

DSC03749

5.  Ke Jonker street, belanja, makan, atau sekedar lihat-lihat. Di tempat ini, rasanya waktu seolah berhenti, kita seolah terlempar ke masa lalu (halah!).  Soalnya banyak banget rumah-rumah tua berjajar rapih persis jaman dulu.  Di sini akan kita lihat perpaduan antra etnis melayu dan peranakan.  Sepanjang jalan Jonker street juga menawarkan berbagai macam aksesoris yang dijual.  Ada yang modern ada juga barang-barang antik.  Beberapa kafe mungil yang menempati bangunan tua juga disediakan.  Setiap weekend malam ada Jonker Market.  Akan ada banyak penjual aksesoris dan street food.

Collage21618422

Collage216191731

Itu tadi yang bisa kita lakukan di Melaka versi saya.  Berdasarkan pengalaman saya, banyak hal bisa terjadi, jadi ini beberapa saran saya jika teman mau mengunjungi Melaka.

1.  Bayar bus Panorama dengan uang pas

Saya sarankan kembali,  bawa uang pas ya untuk membeli tiket bus Panorama No.17 (Tahun 2014 RM 1.5).  Soalnya, supir sudah ribet ngurusin penumpang yang masuk (gak ada kernetnya sih …eh!). Jadi dia suka gak mau kalo kita minta kembalian.   Alhasil kalo sudah begitu penumpangnya sendiri bakalan kerepotan buat tuker-tuker duit.  Pengalaman saya, pas antri mau masuk ke dalam bus, ada turis dari Asia Timur kebingungan mau tuker uang.  Dia bawa pecahan uang yang cukup besar kemudian nanya ke semua penumpang yang akan masuk ke dalam bus.  Berhubung saya dan temen saya juga gak ada uang tukerannya, udah tentu gak bisa bantuin, “ndilalah” sebagian besar penumpang juga gak ada yang punya tukeran.   Akhirnya, mereka masuk terminal lagi buat cari tukeran duitnya…nah jadi repot sendiri kan.

2.  Minta peta wisata Melaka.

Biar kita gak bingung dan lebih terarah mengunjungi bangunan-bangunan di Melaka. Kita bisa minta Peta wisata Melaka.  Peta wisata ini ada di  Pusat Penerangan Pelancongan (Tourism Information Centre).   Letaknya di dekat stadthuys, seberang lapangan yang ada Victoria, tempatnya agak nyelip, satu bangunan dengan Masjid Surau.  Tourism Information Centrenya ada di bawah masjid surau. Satu rombongan hanya boleh minta satu dan ini gratis.

3.  Pakai-pakaian yang nyaman, bawa payung atau topi

Berhubung Melaka masih masuk daerah tropis, jadi cuacanya ya sebelas dua belas sama di Indonesia.  Kadang kala terik kadang kala hujan.  Pas saya ke sana sempat hujan, untung bawa payung.  Kalau lagi terik ya panas banget, pakai pakaian yang nyaman.

4.  Mau di Melaka seharian atau bermalam? Kalo ini sih suka-suka ya. Saran saya, kalau mau menjelajah Melaka hanya sehari, usahakan sampai di Melaka saat pagi hari. Selain lebih banyak waktu untuk explore, sore hari museum banyak yang sudah tutup, lagipula pulangnya juga gak kesorean.  Bus Panorama No.17 udah susah kalau malam hari.  Saya ingat betul, ketika saya pulang sekitar jam 7 malam itu lama sekali nunggunya.  Akhirnya luntang luntung gajebo (gak jelas bok!) kaya anak ilang.  Oia mencegat bus untuk ke Melaka Sentral bisa di depan Medan Samudra (semacam pasar dan foodcourt).  Letaknya bersebrangan dengan Kapal Phinisi atau Museum Samudra.  Kalau mau bermalam, saya akan cari di daerah Jonker Street, selain lebih dekat dengan tempat menarik, harganya pun cukup murah meriah.

5.  Mau beli souvenir di Melaka, coba ke Medan Samudra, selain lebih murah dari penjual souvenir di tempat-tempat strategis. di atasnya juga ada food court jadi kalau capek langsung bisa makan. Tidak perlu ragu untuk menawar.

Nah, itu tadi pengalaman saya mengunjungi Kota tua Melaka.  Berhubung hanya sehari, saya harus strict dengan jadwal bus, jangan sampai telat.  Soalnya saya naik bus yang ke KLIA2 ambil keberangkatan paling akhir, kalau telat bisa gak jadi pulang, sementara pesawat ke Jakarta sudah ambil esok paginya.  Semoga teman yang akan ke Melaka bisa juga bersenang-senang di sana ya :).

DSC03763

Gak lengkap kalo gak nampang :P

6 comments

  1. nunik utami says:

    Jadi inget, kita hampir nggak dapat bus panorama waktu mau pulang. Hahahha… kapan2 mau ke Melaka lagi, ah. Nginap dan bawa anak, biar dia sekalian belajar sejarah :D

    • koivie3 says:

      Iya banget mbak, h2c nunggu bus panorama sampe gelandang-gelundung gajebo :D. Iya bagus tuh mbak bawa anak.

  2. afriyani ahmad says:

    mbakaku mau nanya dong, foto” yg diatas ada dalam satu lokasi yg berdekatan atau harus naik bus lgi ga mbak? kita cukup turun di stadthuys aja?
    Terimakasih :)

    • koivie3 says:

      Deketan koq. Bisa jalan kaki. Biar gak bingung, jgn lupa minta mapnya di tourism information centre ya.

  3. aprisany says:

    mba kira2 butuh berapa budgetnya yang dikeluarkan selama melakukan trip dimelaka? saya mau pergi di bulan desember ini.. kira2 biayanya habis berapa ya?

Leave a Reply