Perjalanan ke Melaka (1)

Dari dulu kota tua Melaka, Malaysia sudah menjadi travel list saya.  Maka dari itu, ketika ada kesempatan untuk sehari trip ke Melaka tidak saya sia-siakan.  Meski hanya sebentar,  saya tetap merencanakan berapa budget/biaya serta itinerary ke Melaka .  Bukan apa-apa sih, biar lebih rapih dan terencana saja,  kan lebih enak kalau semuanya on plan hehe.

Pukul 10.45 siang, pesawat yang saya naiki berhasil mendarat dengan mulus  di bandara KLIA 2. Pesawat milik Begawan Tony Fernandez yang telah bertolak dari Phuket menuju Kuala Lumpur tiba dan alhamdulillah sampai tujuan tanpa kurang suatu apapun.  Rute ke Melaka saya memang tidak langsung Jakarta-Kuala Lumpur, melainkan Jakarta-Kuala Lumpur-Phuket- Kuala Lumpur-Jakarta.  Kebetulan saya memang akan mengunjungi Phuket terlebih dahulu.  Karna waktu itu ada promo yang cukup menggiurkan Kul-HKT (Phuket) PP sekitar 177 RM.  Sementara CGK-KUL PP sekitar Rp 600.000 juga. Jadilah saya memutuskan untuk berangkat.

welcome

Welcome to KLIA 2

Saya melirik teman-teman seperjalanan saya, Mbak Nunik dan Mbak Shinta, wajahnya terlihat agak kuyu dengan mata yang sembab karena kurang tidur.  Tidak heran, karena  perjalanan kami sebenarnya telah dimulai sejak beberapa hari yang lalu, bermula dari kuala lumpur, kemudian langsung menuju phuket.  Belum lagi pada hari-hari sebelumnya, jadwal istirahat kami sangatlah sedikit.  Jadi, seperti halnya judul lagu dangdut, mungkin saja kami lelah…ah!

Selesai turun dari burung besi, kami langsung antri di imigrasi untuk segera keluar dan melanjutkan perjalanan.  Di sini, saya dan Mbak Nunik berpisah dengan Mbak Shinta.  Saya dan Mbak Nunik memang akan berencana melanjutkan ke Melaka, sementara Mbak Shinta akan kembali ke Indonesia pada sore harinya.  Jadilah kami berpisah saat itu.

Kamipun segera bergegas.  Setengah berlari kami mencari bagian informasi untuk mencari tahu loker tempat penitipan tas dan loket bus menuju Melaka. Pasalnya, bus menuju Melaka sudah terjadwal. Jika kami terlambat, maka harus menunggu jadwal selanjutnya yang artinya harus menunggu sekitar 2 jam lamanya.  Tentu bukan pilihan efisien untuk memanfaatkan waktu yang hanya sehari di Melaka.

Untungnya, loker tempat penitipan tas dan loket bus menuju Melaka berada di satu lantai yaitu di lantai paling dasar. Loker penitipan tas KLIA 2 berada di Capsule Hotel.  Akan tetapi, kita tidak perlu menginap di sana untuk menyewa lokernya.  Tarif loker berdasarkan jam,  tarif sekitar 15 RM untuk 6 jam, RM 25 untuk 12 jam, dan RM 35 untuk 24 jam.  Ternyata loker yang ada pun cukup besar, cukup untuk dua buah tas backpack saya dan kawan saya.  Kamipun memutuskan untuk hanya membawa tas kecil dan goodie bag saja.  Selain bisa menitip tas, di hotel kapsul ini juga ternyata ada tempat mandi yang juga disewakan.

Sumber gambar : di sini

Sumber gambar : di sini

Berhubung buru-buru,  langsung ke loket bus menuju Melaka. Gak lihat-lihat plangnya asal tanya aja, ternyata saya ke loket bus Starmart ExpressHarga tiket dari KLIA2 ke Melaka Sentral  dibanderol 35 RM.  Sejujurnya saya hanya menganggarkan 23-25 RM untuk transport ke Melaka, karena udah cek and ricek mengenai bus yang murah ke Melaka. Tapi karna kadung terburu-buru dan terlanjur, akhirnya dibeli juga.  Sebenarnya ada tiket yang lebih murah yaitu dengan bus Transnasional, harganya hanya sekitar 23 RM saja. Apa daya kepanikan akhirnya menutup isi kepala. Koq ya gak sempat mikir kenapa gak tanya loket sebelah ajah hahaa…Ya sudahlah akhirnya terpakailah extra budget 12 RM.  Gapapalah ya, kalo kata Mbak Windy Ariestanty itung-itung buying experience gitu :).

Untuk jadwal keberangkatan bus Starmart Express sendiri berbeda-beda setiap harinya.  Ada yang sehari banyak jadwal keberangkatan ada yang tidak.  Bus yang saya naiki sendiri berangkat pukul 11.30 am.   Jadi, jika mau menaiki bus ini sebaiknya di cek terlebih dahulu di websitenya atau di website booking tiket bus. Oia kita ternyata bisa membeli tiket bus secara online loh.  Untuk loket tiket Starmart Express KLIA2 ada di :

Platform 01, Level 1, Terminal KLIA 2,

Kuala International Airport,

Jalan KLIA2/1 64000 KLIA Sepang (Tel: +6016 9205590)

Tak jauh dari loket tiket Starmart Express, ada loket bus Transnasional.  Sama halnya dengan Starmart Express, tiket bus Transnasional bisa juga dibeli lewat online via beberapa website bus ticketing Malaysia.

Ternyata di dalam bus starmart express ini memang tidak mengecewakan.  Sesuai dengan harganya yang premium bagi saya.  Starmart Express seperti kelas bus VIP.  Kursinya empuk, besar dan ada penyangga kaki.    Jarak antar kursi yang bersisi-an cukup lebar. AC juga menyala dengan baik.  Satu-satunya hal yang membuat minus adalah sopirnya yang cuek banget.  Waktu saya tanya apa benar ini bus menuju Melaka si supir jawabnya sambil melengos gitu sambil mukanya ditekuk-tekuk.  Ya gak jelas juga dia ngomong apa, mungkin kurang piknik kali hehee…yang pasti dia gak protes ketika saya langsung ambil posisi kursi tepat di belakang dia.  Itu sudah menunjukan kalo saya gak salah naik bus.  Lirik kanan-kiri ternyata penumpangnya hanya 4  orang saja termasuk saya.  Tambah supir dan asisten supir (kernet) total semua yang berada di mobil ini hanya 6 orang.

sumber gambar : di sini

sumber gambar : di sini

Bus rupanya masih “ngetem” cukup lama.  Jadi setengah menyesal karena tadi terburu-buru.  Apalagi, meski sudah berangkat dari KLIA2 ternyata bus masih juga ngetem di KLIA.  Untung busnya enak banget, jadi meskipun menunggu, masih tetap nyaman juga.  Karena sisa-sisa lelah sehabis dari Phuket masih terasa, tidak sulit bagi saya untuk segera terlelap.  Tidak lama, diiringi lantunan penyanyi rock Malaysia, bus pun meluncur.

Di tengah-tengah perjalanan, sesekali saya terbangun, melempar pandangan keluar memastikan mobil sampai ke daerah mana.  Rupanya bus melaju di dalam tol, entah tol apa namanya. Sembari melihat-lihat keluar,   setengah mencuri dengar percakapan supir dan kernetnya yang seru.  Dari mulai tim sepakbola yang telah bertanding, hingga membicarakan gaji para karyawan bus tersebut.  Sesekali supir berdendang mengikuti suara penyanyi rock Malaysia yang CD-nya masih diputar sejak tadi.  Meskipun bagi saya, agak-agak aneh gitu dengernya.  Yah namanya juga lain bahasa dan baru pertama kali dengar, jadi telinga masih kurang terbiasa.  Tapi, saya jadi teringat jaman kecil dulu.  Sekitar tahun 90an yang lalu sempet ada penyanyi Malaysia yang sukses di pasar musik Indonesia lewat lagu “Isabela”nya.  Anak yang lahir minimal di tahun 80n pasti ngerti deh.  Dulu tuh ya siapa sih yang gak apal sama reff lagunya… ”dia Isabela lambang cinta dan lara”… Lah!jadi ngawur gini, gara-gara pak supir nih, hehe.

Setelah bolak balik terlelap dan terjaga selama 2 jam 30 menit lamanya, akhirnya bus tiba di Melaka Sentral. Loket tiket Starmart Express di Melaka Sentral ada di :

Counter No.2 Melaka Sentral

Jalan Tun Abdul Razak. 75400 Peringgit Melaka

(Tel: +606-292 1244)

Melaka Sentral adalah sebuah terminal di Melaka.  Meskipun terminal, di dalamnya juga ada tempat orang berjualan.  Biasanya rumah makan, toko pakaian, money changer,  serta toko souvenir.  Souvenir kebanyakan berupa magnet kulkas dan keychain (gantungan kunci).  Meskipun tidak terlalu lengkap, namun di sini bisa dijadikan salah satu tempat untuk membeli souvenir jika memang terdesak.

Suasana di dalam Melaka Sentral

Suasana di dalam Melaka Sentral

Berhubung sudah masuk makan siang, saya dan teman saya memutuskan untuk makan siang di terminal ini.  Setelah melihat-lihat menu serta harga makanan, kami memutuskan untuk makan di salah satu rumah makan mamak.  Rumah makan mamak adalah sebutan untuk rumah makan peranakan India yang beragama Islam yang ada di Malaysia.  Harga untuk makanan di sini cukup terjangkau, nasi lemak dengan lauk standar berupa ayam dan telur hanya sekitar 5-7 RM saja.  Saya memilih nasi lemak 5 RM dan air kosong saja 1 RM.  Air kosong adalah sebutan untuk air putih biasa yang bukan air mineral botolan.  Artinya air putih yang dimasak langsung oleh rumah makannya, bukan semacam aqua.

DSC03746

Nasi Lemak Melaka di Rumah Makan Mamak

Sama seperti halnya di Indonesia, jika ingin buang air kecil atau besar di terminal ini, kita harus membayar 0.3 RM atau 3 sen.  Pengalaman saya, enggak jauh beda dari Indonesia, toiletnya bau pesing hehe.

Perjalanan tinggal seperempat jalan menuju kota tua Melaka.  Untuk menuju kota tua Melaka, masih harus melanjutkan dengan transportasi public lainnya.  Pilihannya bisa berupa, taksi, bus no.17 serta bus panorama Melaka rute biru.  Saya memilih bus no.17 karena lebih mudah serta murah.  Sementara bus panorama Melaka rute biru agak membingungkan buat saya.

Tunggu bus no.17

Tunggu bus no.17

Begitu masuk ke dalam bus, ternyata kita langsung membayar di tempat alias bayar langsung sama supirnya, kalau tidak salah harganya sekitar 1.5 RM.  Sebaiknya uang pas, karena supirnya susah nyari kembalian.  Jika ditanya supir mau kemana jawab saja ke Stadhuys atau bangunan merah.  Kalau mau memberhentikan bus cukup dengan menekan tombol yang di sediakan di tiang.

DSC03910

Di dalam bus no.17

Nah, jalan-jalan ke kota tua Melaka barulah dimulai setelah mata kita melihat bangunan-bangunan merah berjajar … ceritanya akan saya sambung di Jalan-jalan ke Melaka (2).

26 comments

  1. fanny fristhika nila says:

    jd malu, 4 thn kuliah di Penang, aku blm prnh k Melaka… kota2 lainnya udh, tp melaka blm..mungkin krn temen2 kuliahku ga ada yg berasal dr sana, jd akunya jg males kesitu :D

    Tapi bnr mba, kalo lg di Malaysia dan mw kliling kota2nya, aku slalu milih bus. cakep, nyaman, murah, …duh beda ya ama bus antar kota Indonesia -__-..mnding naik mobil pribadi kalo di negara sndiri

    • koivie3 says:

      Wooh pernah tinggal di Penang toh…asik2 kapan mau mnta saran deh kalo aq pengen ke penang ya mbak. Bus malaysia memang cakep ya mbak, iya beda banget :D.

  2. Aninda says:

    Haii. Baca blog nya ini sblm ke malaka dri phuket ya?mau nanya ni Dari phuketnya flight pagi ya? Mau tanya ke bandara puket pagi2 dari daerah patong naik apa yg murah ya selain taksi yg mahal bgt. Hhehe

  3. Dian says:

    Tolong tanya untuk penitipan di KLIA2 itu cuma satu di capsule hotel itu ya? Trus lockernya seberapa besar? Soalnya saya bakal transit di KLIA2 bln okt nanti, nah selama menuggu next flight kami berlima mau jalan2. Jadi biar ga berat tas nya mau ditiipin aja

    • koivie3 says:

      @Dian: yang saya tahu memang cuma di capsule mas/mbak…. Lokernya cukup besar kira-kira muat 3-4 backpack. Sebelum bayar coba minta liat aja dulu lokernya, jadi mas/mbak bisa mengira2, kira untuk 5 tas masuk dalam 1 loker atau enggak. Iya, betul, sebaiknya dititpkan saja, biar jalannya lebih enak. Selamat jalan2 :).

  4. Alif says:

    Halo Mbak, lanjutannya mana nih??? hehehe pensaran, kira2 di malaka nginep ga Mba? soalnya saya rencana tanggal 9 sampai KL dari Bangkok dan balik Jakarta besok paginya…..pengen sih ke Malaka, noleh kasih saran?

    thanks sebelumnya Mba

  5. Shinta says:

    Mba tanya dong kalo di malaka enak stay di central nya y, 2 hari terlalu bosen tidak? Kalau utk pul dr melaka ke KL sentral tarif bis brp y? Terima kasih

    • koivie3 says:

      Kalo saya lebih suka sehari aja mbak. Kalo mau 2 hari ya gpp juga saran saya ambil pas weekend karena jonker market buka hanya saat weekend. Kalo tarif bus ke kl sentral saya kurang tau mbak.

  6. Windy says:

    Mbak mau nanya , itu terminal busnya di bandara persis lantai 1 gausah keluar bandara? Soalnya aku baca di blog sebelah harus naik bis dulu ke terminal tbs baru lanjut bis ke malaka._.

  7. Mauline Lucia Sinaga says:

    Mbakkk, ditunggu part 2 nya yaaa..

    Soalnya aku tgl 30 May malam pulang 31 May malam, rencana tidur di Bandara soalnya mlm bgt nyampenya.
    Ada saran tempat tidur yang nyaman di Bandara gak ya ? Soalnya saya biasa tidur di karpet yang biasa banya org nunggu hehehe.

    • koivie3 says:

      sudah di update ya part 2 nya :). Saya dulu tidur di Mushala perempuan KLIA2 lantai bawah, karna nyampe KLIA2 sudah jam 12 malam dan harus check in jam 6 pagi. Belakangan merasa bersalah juga, meskipun sudah gak ada yang bolak balik ke mushala, tapi masih nyesel takut mengganggu orang yang mau sholat. Kalo mau bobo nyaman memang sudah disiapkan tempat di lantai M2 mbak, katanya ada spot khusus di sana.

Leave a Reply