Festival Kuliner Bekasi ‘Kampung Wong Kito’

Summarecon Mall Bekasi telah mengadakan kembali festval kuliner Bekasi.  Kali ini mengangkat tema masakan khas Sumatra Selatan yang bertajuk Festival Kuliner Bekasi ‘Kampung Wong Kito’.  Acara yang di gelar di dekat downtown walk ini di gelar pada tanggal 26 September-19 Oktober 2014.

Bersyukurnya sebagai blogger, saya mendapat kesempatan untuk datang dengan mencicip berbagai macam kuliner khas wong kito, dari mulai mpek-mpek, mie celor, tekwan serta sate kulit.   Rasanya nendang banget.  Tetapi yang paling saya suka adalah mie celornya.  Tidak seperti mie ayam pada umumnya, mie ini disajikan dengan telur yang disiran dengan kuah santan yang kental.  Rasanya gurih, dan pedasnya cocok di mulut saya.  Mie celor seperti lontong sayur tapi disajikan dengan mie.  Makan seporsi saja, benar-benar membuat kenyang.    Makan mie celor langsung di tempat lebih nikmat, karena suasananya sudah mendukung sekali.

Pertama kali masuk ke dalam gerbang festival, maka kita dikondisikan benar-benar seperti di wilayah Sumatra Selatan.  Merchant-merchant di hias dengan gaya khas rumah adat Sumatra Selatan.  Panggung besar di desain sedemikian rupa, dengan background rumah limas, serta perahu-perahu beserta dayung-dayung yang bertengger manis menjadi penghiasnya.  Tentulah sebagai provinsi yang dilewati oleh sungai terpanjang di Indonesia ini, transportasi air menjadi sarana dan prasarana yang dibutuhkan di Sumatra Selatan.

Untuk menambah kental nuansa Sumatra Selatan, di samping gerbang utama, berdiri angkuh miniatur jembatan ampera.  Sebuah jembatan yang merupakan icon Sumatra Selatan dan menjadi kebanggan.   Tidak lupa selama kita berada di sana, telinga kita akan dimanjakan oleh lagu-lagu khas “Wong Kito”,  dari mulai dirut, pempek lonjor sampai ribula ribu, rasanya sulit saya tidak ikut berdendang. Belum lagi beberapa pementasan tarian yang berkala di suguhkan di panggung besar itu.

Tidak hanya berupa makan-makanan saja, pada festival kuliner Bekasi ‘Kampung Wong Kito’ menyuguhkan berbagai macam lomba, dari mulai foto narsis sampai dengan lomba blog.  Para pengunjung juga mendapat tawaran-tawaran menarik lannya seperti mendapatkan voucher seharga Rp 50.000 dari star apabila telah menghabiskan senilai Rp 200.000 di “Kampung Wong Kito”.

Selama acara blogger berlangung, para blogger juga disarankan untuk live tweet.  Beruntung saya menjadi salah satu pemenang dalam live tweet tersebut.  Sungguh acara yang sangat berkesan sekali, sudah dapat mencicip makanan khas negri sendiri, pulang juga mendapatkan hadiah.  Terima kasih yah SMB.   Semoga kegiatan kuliner seperti ini tetap bisa terlaksana setiap tahunnya.  Karena bagaimanapun juga kekayaan kuliner Indonesia, merupakan kekayaan yang harus tetap kita pertahankan, sehingga tidak tergerus oleh zaman

This entry was posted in Kuliner.

4 comments

  1. Nena says:

    Senang sekali membaca kuliner Wong Kito menjadi pilihan promosi di sini, abis mbak kalau sering baca dan tonton wisata kuliner wong kito ini jarang sekali ditampilkan, jadi wong kito sekarang namanya sudah sering didengar, dan masakannya makin banyak diburu.

    salam kapal selam.

    • koivie3 says:

      Halo mbak salam juga ya. Iya semoga kuliner wong kito semakin dikenal ya. Karena keayaan kulinernya juga luar biasa. Terima kasih sudah berkunjung.

  2. Dosni says:

    sayangnya taun lalu saya gak datang.. saya datangnya di festival kuliner bekasi yang tahun 2013. temanya jawa barat kalo ga salah

    • koivie3 says:

      @Dosni : tiap tahun nampaknya ada ya dengan tema daerah yang beda2, di Summarecon manapun nampaknya…

Leave a Reply